banner 728x250    

Diperlakukan Tidak Baik, DERAK Makassar akan Lakukan Langkah Hukum kepada BSI Ratulangi

Indiwarta.com_ MAKASSAR – Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan Prinsip-Prinsip Syariah. Implementasi prinsip syariah inilah yang menjadi pembeda utama dengan bank konvensional. Pada intinya, prinsip syariah tersebut mengacu kepada syariah Islam yang berpedoman utama kepada Al Quran dan Hadist.

Hal tersebut, diungkapkan Dewan Rakyat Anti Korupsi (DERAK) Kota Makassar, Zulkifli HIM, SH, MH, M.Si. Namun kenyataannya, lembaga tersebut mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh pihak Bank Syariah Indonesia cabang Ratulangi, saat mempertanyakan terkait hak kliennya.

   

Dikatakannya, perlu diketahui oleh seluruh kalangan masyarakat, akan manajemen yang terjadi atau yang dilakukan oleh kepala bagian permasalahan kredit dilantai 3, Bank Syariah Indonesia cabang Ratulangi, kota Makassar.

“Dimana pada kesempatan tadi, tepat pada pukul 14.20 Wita, kami berkunjung kesana untuk mempertanyakan bagaimana dengan kondisi kredit kepemilikan rumah Mailina Maloa, diperumahan Ratulangi Residence Blok A No 2,” tuturnya, saat memberikan keterangan kepada awak media, di Jalan Pelita Raya, Rabu (6/3/2024).

“Kami atas nama Dewan Rakyat Anti Korupsi (DERAK) Makassar, bersama personil menghadap langsung dan tidak mendapatkan pelayanan seperti halnya pelayanan yang dilakukan bank-bank lain. Dimana pada pelayanan tadi, kami rasakan ada hal yang sangat aneh, karena mereka atau pimpinan berbicara secara tegang. Untung kami tidak meladeni dengan ketegangan, sehingga kami selalu memperingatkan bahwa berbicara secara baik, karena kami adalah sebuah lembaga pelayanan umum,” ungkapnya.

“Kami juga mewaili nasabah, untuk mempertanyakan bagaimana kemudian bisa terjadi pelelangan atau terjadi persekongkolan jahat, diantara bank dan pemenang lelang. Sehingga kami selaku kuasa hukum, berkewajiban untuk mendapat informasi akurat, tetapi mereka menyatakan “tidak bakal memberikan informasi, baik kami maupun siapa, karena ini adalah rahasia pak”. Dan kami, dengan entengnya diusir dari lantai 3 tersebut,” terangnya.

DERAK pun menyatakan, bahwa terlihat kejanggalan dan tidak adanya informasi akurat dan transparan. Lanjut Zulkifli HIM, yakni Pertama, Kami sabar, karena kami melihat terjadi kejanggalan. Yang kedua, kami merasa perlu mempertanyakan dan saya menyampaikan bahwa kalau tidak ada informasi akurat dan penjelasan yang baik dari pihak bank, maka kami akan menempuh jalur hukum untuk kepentingan klien kami. “Mereka menyatakan, “silahkan”,” ucapnya.

“Oleh karena itu, kami menyampaikan kepada seluruh awak wartawan, untuk memuat secara efektif dan akurat. Bahwa di Bank Syariah Indonesia yang notabene bank syariah tidak boleh ada pelelangan, itu kami akan menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa ini adalah suatu tindakan atau langkah-langkah yang tidak akurat dan tidak efektif, yang dilakukan oleh bagian kredit pada lantai 3 tersbut,” tegas Zulkifli HIM, salah satu pengacara senior yang punya banyak pengalaman.

“Saya kurang tahu namanya, yang jelas kami berharap kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk mencermati langkah-langkah yang dilakukan oleh manajemen Bank Syariah Indonesia di Jalan Ratulangi itu,” ujarnya.

Diketahui, dalam operasionalnya, perbankan syariah harus selalu dalam koridor-koridor prinsip-prinsip yakni keadilan, kemitraan, transparansi, dan univeraal.

“Kami juga berharap kepada pemimpin Bank Syariah Indonesia di Jakarta dan di Sulawesi Selatan, untuk segera menginvestigasi kondisi-kondisi atau hal-hal yang terjadi, yakni keanehan di dalam Bank Syariah Indonesia cabang Ratulangi tersebut,” katanya, didepan awak media.

“Kami selaku kuasa hukum dari klien kami, almarhum atau ahli waris dari Malinia Maulia yang mengambil kredit di bank tersebut, untuk mendapatkan perlindungan dari Jasa Otoritas Keuangan (OJK),” imbuhnya.

“Saya berharap, sekali lagi kepada awak wartawan, untuk segera memuat hal ini. Karena ini perlu untuk diketahui kepada seluruh masyarakat, agar berhati-hati didalam manajemen sementara ini yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia cabang Ratulangi,” harap Zulkifli HIM.

Dijelaskan Zulkifli HIM, apabila bank syariah telah melanggar undang-undang serta prinsip syariah, maka bank syariah tersebut akan dikenakan sanksi administratif berupa: peringatan atau teguran tertulis dan denda.

“Insya Allah, kami akan memberikan somasi, pertama kedua dan ketiga, kemudian kami akam melangkah secara hukum secara akurat yang dibenarkan diatas bumi Indonesia ini, untuk melakukan gugatan pembatalan ataupun gugatan pengembalian kerugian, baik secara materil maupun inmateril terhadap Bank Syariah Indonesia cabang Ratulangi,” paparnya.

“Demikian, kami selaku kuasa hukum secara bersama-sama menyampaikan permohonan Maaf, jika ada hal-hal yang kemudian tidak berkenan kepada Bank Syariah Indonesia. Hormat kami, Zulkifli HIM, SH, MH, MSi dan Hamzah Paifing, SH, MH dan yang lain yang tercatat dalam kuasa hukum tersebut,” pungkasnya. (*/Arman)

  
error: waiit