TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar resmi menerima 396 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IX Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar dalam sebuah seremoni di Masjid Agung Kabupaten Takalar, Senin (2/2/2026). Penerimaan dilakukan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo-SP) Takalar, H. Suhardiyanto, S.STP., M.Si, yang mewakili Bupati Takalar.
Dalam sambutannya, Suhardiyanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Takalar sebagai lokasi pelaksanaan KKN IX STIBA Makassar Tahun Akademik 1447–1448 Hijriah / 2025–2026 Masehi.
“Kami mengapresiasi terpilihnya Kabupaten Takalar sebagai lokasi KKN. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan visi pembangunan daerah, “Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital”, yang terus didorong di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Wakil Bupati Hengky Yasin, dengan fokus pada pelayanan publik berbasis digital.
Menurut Suhardiyanto, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat.
“Empat kecamatan lokasi KKN merupakan penopang ekonomi daerah, terutama di sektor kuliner. Kami berharap mahasiswa dapat berkontribusi nyata melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan potensi desa,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pembinaan keagamaan dan kerohanian masyarakat.
“Kehadiran mahasiswa KKN STIBA Makassar diharapkan membawa angin segar, perubahan positif, serta memperkuat sinergi dengan program-program pemerintah daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor STIBA Makassar, Dr. Ahmad Hanafi Dain Yunta, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Takalar atas kesempatan kolaborasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Sebanyak 396 mahasiswa akan melaksanakan KKN di empat kecamatan, yakni Kecamatan Galesong, Galesong Utara, Galesong Selatan, dan Sanrobone. Program ini tersebar di 29 desa dan berlangsung selama dua bulan, mulai 2 Februari hingga 2 April 2026.
“KKN ini bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang belajar sosial dan kemasyarakatan. Datanglah sebagai pembelajar, bersikap bijak, dan tempatkan setiap hal pada tempatnya agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” pesan Rektor STIBA kepada para mahasiswa.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan KKN bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan aktivitas pengabdian dengan nilai-nilai spiritual dan sosial masyarakat.
Kegiatan penerimaan ini turut dihadiri Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Takalar, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, pengurus Masjid Agung Takalar, para rektor, serta dosen pembimbing KKN STIBA Makassar.
Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap program KKN tidak hanya menjadi agenda rutin akademik, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial, penguatan keagamaan, dan akselerasi pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat. (*)












