TAKALAR, INDIWARTA.COM – Menjelang pemungutan suara Pilkada Takalar yang tinggal sembilan hari lagi, dukungan untuk pasangan calon (Paslon) nomor 1, Daeng Manye-Hengky Yasin (DM-HHY), terus menguat. Fenomena ini terlihat dari maraknya video testimoni masyarakat di media sosial, khususnya Facebook, yang memberikan dukungan kepada paslon tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, video testimoni warga dari empat kecamatan, yaitu Tanakeke, Mappakasunggu, Mangarabombang, dan Sanrobone, memenuhi platform Facebook. Menariknya, mayoritas warga yang kini mendukung DM-HHY adalah mantan pendukung Syamsari Kitta (SK) pada Pilkada 2017 lalu.
Alasan utama warga beralih dukungan hampir seragam, yakni kekecewaan terhadap janji-janji kampanye Syamsari yang dianggap tidak terealisasi. Janji bantuan sapi satu ekor per kepala keluarga (KK) dan bantuan modal usaha menjadi dua program yang paling banyak dikeluhkan karena tidak kunjung terwujud selama lima tahun terakhir.
Kahar, seorang warga Marbo, dalam sebuah video yang diunggah pada Minggu (17/11/2024), menyatakan bahwa ia tidak lagi mendukung Syamsari. “Saya mendukung Dg Manye dan Pak Hengky, saya tidak lagi mendukung Pak Syamsari karena hanya janji-janji saja,” ujarnya. Ungkapan serupa juga muncul dari banyak warga lainnya di berbagai unggahan.
Arham, warga Marbo lainnya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap program bantuan sapi yang tidak pernah diterimanya.
“Saya tidak akan mendukung Syamsari lagi karena saya kecewa sapi yang dijanjikan tak kunjung saya terima. Makanya saya saat ini akan memberikan dukungan pada Paslon 01 DM-HHY. Kita coba yang baru lagi, kita akan lihat ke depannya bagaimana,” katanya dalam video yang juga diunggah pada Minggu.
Dukungan untuk DM-HHY juga disampaikan oleh Affan dan Nakku, warga Mappakasunggu. Dalam video testimoninya, Affan menyatakan, “Saya sekeluarga adalah pendukung berat Dg Manye-Hengky. Kenapa saya lebih mendukung mereka dibandingkan dengan Syamsari? Karena pengalaman yang lalu, Syamsari tidak menepati janjinya memberikan bantuan sapi dan umroh gratis. Insya Allah Takalar akan lebih maju jika mereka yang menjadi bupati.”
Dari wilayah kepulauan Tanakeke, dukungan serupa muncul. Dg Lalang, salah seorang warga, membuat video testimoni yang kini tersebar di berbagai grup Facebook. Dalam videonya, ia berkata, “Saya mendukung Paslon nomor 1 karena ada janji Syamsari yang tidak dia penuhi. Makanya sekarang saya beralih mendukung Dg Manye dan Pak Hengky.”
Fenomena testimoni ini menunjukkan pergerakan signifikan dalam peta dukungan masyarakat Takalar. Banyak warga yang merasa kecewa dengan janji-janji sebelumnya kini memilih mencoba kepemimpinan baru.
Dengan dukungan yang terus mengalir, pasangan DM-HHY kian optimis untuk memenangkan hati masyarakat Takalar. Kampanye positif yang mereka lakukan tampaknya berhasil merebut simpati publik, terutama di wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi basis suara Syamsari Kitta.
Akankah dukungan besar ini berujung pada kemenangan di bilik suara? Warga Takalar akan menentukan masa depan mereka pada 27 November 2024 mendatang.
(*)












