JAKARTA, INDIWARTA.COM – Pemerintah mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ambil bagian dalam penguatan pertahanan negara melalui program Komponen Cadangan (Komcad). Kebijakan ini ditegaskan melalui surat resmi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, tertanggal (20/02/2026).
Surat tersebut ditujukan kepada para Menteri Kabinet Merah Putih, berisi imbauan agar ASN, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), dapat berpartisipasi dalam Latihan Dasar Militer (Latsarmil) sebagai bagian dari program Komponen Cadangan.
Langkah ini disebut sebagai strategi memperkuat kesiapsiagaan nasional tanpa mengesampingkan hak dan kewajiban ASN sebagai aparatur negara.
Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce, memastikan hak kepegawaian peserta tetap utuh selama mengikuti pelatihan.
“Selama menjalani pelatihan, ASN tetap menerima gaji dan tunjangan sebagaimana menjalankan tugas kedinasan. Selain itu, mereka juga mendapatkan perlindungan kesehatan, perlengkapan, serta jaminan keselamatan,” ujarnya.
Pemerintah juga menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Komcad tidak akan menghambat jenjang karier ASN. Sebaliknya, pengalaman mengikuti Latsarmil dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan kompetensi, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
Program Komcad dirancang untuk meningkatkan kesiapan sumber daya manusia sipil dalam menghadapi potensi ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Partisipasi ASN dipandang sebagai wujud konkret bela negara sekaligus penguatan karakter dalam menjalankan fungsi pelayanan publik.
Dengan jaminan gaji tetap dibayarkan dan kepastian karier yang tidak terganggu, pemerintah berharap kebijakan ini mendapat respons positif dari kalangan ASN di seluruh Indonesia.
Bagi pemerintah, keikutsertaan ASN dalam Komcad bukan sekadar pelatihan militer, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun aparatur negara yang disiplin, tangguh, dan berjiwa nasionalis. (*)












