TAKALAR, INDIWARTA.COM – Suasana kebersamaan terasa hangat di lingkungan RSUD H. Pajonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah. Momentum tersebut ditandai dengan kegiatan berbagi 1.000 paket Lebaran kepada jajaran rumah sakit dan masyarakat, Sabtu, (14/03/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, yang datang langsung bersama Direktur RSUD H. Pajonga Daeng Ngalle, Ruslan Ramli. Acara berlangsung di lingkungan rumah sakit dengan suasana sederhana namun penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bupati mengawali dengan ungkapan syukur karena seluruh yang hadir masih diberi kesehatan sehingga dapat berkumpul dan mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan.
“Kita bersyukur karena di hari-hari terakhir Ramadan ini kita masih diberikan nikmat kesehatan sehingga bisa berkumpul, bersilaturahmi, dan membangun komunikasi serta kekompakan di seluruh jajaran rumah sakit ini,” ujar Firdaus Daeng Manye.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Direktur RSUD Pajonga Daeng Ngalle atas undangan yang diberikan sehingga dirinya dapat hadir langsung bersama keluarga besar rumah sakit dalam kegiatan berbagi tersebut.
Sebanyak 1.000 paket Lebaran dibagikan dalam kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain menghadiri kegiatan sosial, Bupati juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan arahannya terkait peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Takalar.
Ia mengungkapkan bahwa sejak awal menjabat, dirinya sengaja melakukan kunjungan langsung ke berbagai fasilitas pelayanan publik, khususnya rumah sakit dan sekolah. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan layanan dasar yang paling dirasakan masyarakat.
“Saya sengaja datang langsung ke rumah sakit dan sekolah untuk melihat kondisi di lapangan. Dua layanan ini dari enam layanan dasar pemerintah yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Firdaus juga menyinggung capaian sektor pendidikan di Takalar yang mengalami lonjakan signifikan dalam waktu singkat. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya pendidikan Takalar berada di peringkat 23 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, namun dalam waktu sekitar empat bulan berhasil naik ke peringkat pertama dalam capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan.
“Ini menjadi perbincangan di dunia pendidikan. Dari posisi hampir terakhir bisa menjadi nomor satu. Tentu itu terjadi karena kerja keras, proses yang konsisten, dan komitmen seluruh jajaran pendidikan,” ujarnya.
Melihat keberhasilan tersebut, Bupati berharap sektor kesehatan juga mampu mengikuti jejak yang sama, khususnya RSUD Pajonga Daeng Ngalle sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah.
Ia menargetkan agar rumah sakit tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan masuk dalam jajaran tiga besar rumah sakit terbaik di Sulawesi Selatan.
“Harapan saya rumah sakit ini bisa berada di level atas, minimal masuk tiga besar rumah sakit terbaik di Sulawesi Selatan. Ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua,” tegasnya.
Firdaus juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan fasilitas rumah sakit, termasuk melakukan kunjungan langsung ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna memperjuangkan dukungan program serta pengadaan peralatan medis.
Upaya tersebut, kata dia, mulai membuahkan hasil dengan adanya tambahan investasi dan peralatan medis untuk peningkatan standar pelayanan rumah sakit yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
“Kalau kita ingin mendapatkan hasil besar, kita harus bergerak. Kami datang langsung ke kementerian untuk memperjuangkan dukungan bagi rumah sakit ini, dan Alhamdulillah sekarang mulai terlihat hasilnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa peningkatan fasilitas harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung tenaga kesehatan yang ingin meningkatkan kompetensi, termasuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis.
“Banyak surat yang masuk kepada saya untuk izin sekolah dokter spesialis dan semuanya saya setujui. Silakan tingkatkan kemampuan, karena semakin tinggi kemampuan tenaga medis maka semakin baik pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Dengan peningkatan fasilitas serta kualitas tenaga medis, pemerintah daerah optimistis RSUD Pajonga Daeng Ngalle dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Takalar dan daerah sekitarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama serta penyerahan simbolis paket sembako dan paket Lebaran kepada para penerima manfaat sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. (*)












