BREAKING NEWS: Cuaca Buruk Terjang Takalar, 14 Nelayan Tanakeke Sempat Hilang

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memicu kepanikan di Desa Tompotana, Kecamatan Kepulauan Tanakeke. Sebanyak 14 nelayan yang melaut untuk mencari ikan dan gurita sempat dilaporkan hilang kontak, Minggu (1/2/2026).

Para nelayan tersebut diketahui beraktivitas di sekitar perairan Punaga dan Cikoang, Kecamatan Laikang, sebelum cuaca mendadak memburuk disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Kondisi laut yang tak bersahabat membuat mereka terpisah dan tak bisa kembali ke titik awal.

Kabar hilangnya para nelayan cepat menyebar di tengah masyarakat. Warga bersama aparat desa segera bergerak melakukan pencarian mandiri di sejumlah titik pesisir yang diduga menjadi lokasi mereka berlindung dari terjangan cuaca buruk.

Kepala Desa Tompotana, Awaluddin, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi lintas wilayah begitu menerima laporan dari keluarga nelayan.

“Begitu ada informasi nelayan belum kembali, kami langsung bergerak melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan desa-desa pesisir sekitar,” ujarnya.

Upaya cepat tersebut membuahkan hasil. Sebanyak 13 nelayan ditemukan selamat secara bertahap di beberapa lokasi berbeda, termasuk di wilayah Desa Topejawa dan Desa Cikoang. Mereka diketahui sempat menepi dan mencari perlindungan di rumah warga setelah kondisi laut tidak memungkinkan untuk kembali melaut.

Namun hingga berita ini diturunkan, satu nelayan masih dalam pencarian. Aparat desa bersama warga terus melakukan penyisiran dan memperkuat koordinasi lintas desa untuk mempercepat proses penemuan.

Sebelumnya, seorang warga bernama Daeng Nyampo sempat menyebarkan permohonan bantuan informasi melalui grup komunikasi desa guna memperluas jangkauan pencarian.

Kabar ditemukannya 13 nelayan dalam kondisi selamat disambut haru keluarga dan masyarakat. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama di musim angin kencang yang berisiko tinggi di perairan Sulawesi Selatan. (*)