Buka Puasa Bersama Guru, Bupati Firdaus Daeng Manye Ungkap Lompatan Pendidikan Takalar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, para kepala sekolah se-Kabupaten Takalar, serta ratusan guru, Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Chaeruddin Daeng Ngampa itu menjadi momentum refleksi sekaligus apresiasi atas capaian sektor pendidikan di daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye menyampaikan bahwa Kabupaten Takalar berhasil mencatat lonjakan signifikan dalam capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Takalar kini menempati peringkat pertama di Provinsi Sulawesi Selatan dengan predikat Tuntas Madya.

Capaian tersebut, menurut Daeng Manye, tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh jajaran pendidikan, mulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, hingga para guru yang berada di garis depan proses pembelajaran.

“Peningkatan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di dunia pendidikan. Tanpa kolaborasi yang kuat, capaian seperti ini tentu tidak mudah diraih,” ujar Daeng Manye di hadapan puluhan kepala sekolah yang hadir.

Ia mengungkapkan, pada awal masa kepemimpinannya, kondisi pendidikan di Takalar berada pada posisi yang cukup memprihatinkan. Saat itu, capaian SPM pendidikan Takalar berada di peringkat kedua dari bawah di antara 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

“Waktu saya mengetahui posisi Takalar di urutan kedua dari bawah, saya sangat prihatin. Sebagai bupati saya merasa malu jika pendidikan berada di posisi seperti itu, padahal masa depan daerah ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah daerah kemudian melakukan langkah-langkah percepatan perbaikan. Salah satunya dengan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah untuk melihat kondisi riil proses belajar mengajar di lapangan.

Daeng Manye mengaku turun langsung meninjau fasilitas sekolah, lingkungan belajar, hingga interaksi antara guru dan siswa untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pendidikan di Takalar.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap rapor pendidikan setiap sekolah. Dalam sejumlah pertemuan dengan kepala sekolah, Bupati bahkan meminta para kepala sekolah membuka rapor pendidikan masing-masing sebagai bahan evaluasi bersama.

Dari proses evaluasi tersebut, pemerintah daerah kemudian merumuskan berbagai langkah perbaikan, antara lain memperkuat pemahaman guru dan kepala sekolah terhadap indikator rapor pendidikan, meningkatkan pengawasan, serta melakukan penataan kepemimpinan di tingkat sekolah.

Menurut Daeng Manye, peran kepala sekolah menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu, penempatan kepala sekolah dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi serta kemampuan dalam memimpin dan mengelola sekolah.

“Kalau kepala sekolah mengambil langsung tanggung jawab itu, hasilnya tentu berbeda dibandingkan jika hanya diserahkan kepada staf,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pemahaman seluruh guru terhadap rapor pendidikan sebagai instrumen utama dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah akhirnya membuahkan hasil. Kabupaten Takalar yang sebelumnya berada pada kategori Tuntas Muda dan menempati posisi dua terbawah, kini berhasil melampaui tahap Tuntas Pratama dan naik ke level Tuntas Madya, sekaligus menempati posisi pertama di Sulawesi Selatan.

Bagi Daeng Manye, capaian tersebut merupakan prestasi penting bagi Kabupaten Takalar, namun bukan menjadi titik akhir.

“Ini capaian yang membanggakan, tetapi bukan akhir dari perjalanan. Masih banyak yang harus kita benahi agar kualitas pendidikan di Takalar terus meningkat,” kata dia.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Takalar untuk terus berinovasi dan memperkuat kerja sama demi meningkatkan mutu pendidikan di masa mendatang. (*)