TAKALAR, INDIWARTA.COM – Suasana Balai Latihan Kerja (BLK) Takalar pada Kamis, 13 November 2025, berubah menjadi ruang konsolidasi gerakan ekonomi kerakyatan. Sedikitnya 220 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari berbagai pelosok Takalar berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Tahun 2025.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye hadir memberikan pesan penguatan sebelum sesi materi dimulai. Dalam sambutan pembukaannya, ia menegaskan bahwa pengurus koperasi adalah palang pintu bagi keberhasilan lembaga ekonomi komunitas itu.
“Apresiasi saya kepada seluruh peserta yang hadir. Kehadiran kita di sini menunjukkan komitmen untuk membangun koperasi yang sehat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Daeng Manye.
Menurut Bupati, modal dan fasilitas tak akan banyak berarti tanpa tata kelola yang dikelola sumber daya manusia yang cakap dan amanah. “Sebaik apa pun modal yang dimiliki, koperasi hanya akan maju jika dikelola oleh pengurus yang kompeten,” katanya.
Pada kesempatan itu, Daeng Manye menguraikan empat poin utama yang wajib diperkuat pengurus koperasi: pembinaan berkelanjutan, ketertiban administrasi dan keuangan, integritas dan akuntabilitas, serta keterlibatan aktif anggota dalam pengambilan keputusan. Keempat prinsip tersebut, tegasnya, menjadi fondasi koperasi yang tumbuh sehat dan profesional.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Takalar, Zubair, yang mendampingi Bupati, turut memaparkan perkembangan terbaru koperasi berdasarkan data Nomor Induk Berusaha (NIB) dari aplikasi OSS Dinas PMPTSP. Ia menyebut, saat ini sedikitnya 85 koperasi aktif tercatat dan menjalankan kegiatan usaha di Takalar.
“Ini kemajuan yang menggembirakan, sekaligus tantangan bagi kita untuk meningkatkan mutu pengelolaan koperasi. Kita membutuhkan pengurus yang adaptif dan tertib,” ujar Zubair.
Bupati Takalar menutup arahannya dengan penekanan bahwa pelatihan hanya menjadi pintu awal. Ia berharap seluruh peserta menerapkan ilmu dan keterampilan yang diterima untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
“Takalar membutuhkan pengurus koperasi yang cepat berpikir, cepat bertindak, dan cepat menghasilkan manfaat bagi ekonomi kerakyatan,” tutur Daeng Manye. (*)












