TAKALAR, INDIWARTA.COM – Imbauan Bupati Takalar agar kegiatan Amaliah Ramadan dilaksanakan secara daring direspons cepat oleh satuan pendidikan. UPT SD Negeri No. 60 Bontoparang, Desa Bontoparang, Kecamatan Laikang, menggelar rangkaian Amaliah Ramadan secara online menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Kebijakan pembelajaran keagamaan jarak jauh itu merupakan tindak lanjut atas arahan Mohammad Firdaus Daeng Manye agar kegiatan Ramadan bagi siswa SD dan SMP tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Meski berlangsung melalui jaringan daring, kegiatan diikuti seluruh guru dan siswa dengan khidmat. Sekolah memastikan materi pembinaan tetap tersampaikan, mulai dari penguatan ibadah harian hingga penanaman nilai akhlak mulia.
Kepala sekolah, Hj. Darmawati, mengatakan pelaksanaan secara daring tidak menyurutkan semangat peserta didik.
“Walaupun dilaksanakan secara daring, guru dan peserta didik tetap antusias mengikuti setiap kegiatan. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk pribadi siswa yang berakhlak mulia dan semakin meningkatkan keimanan mereka selama bulan Ramadan,” ujarnya, Kamis, (26/02/2026).
Menurut dia, Amaliah Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter. Sekolah memandang momentum Ramadan sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sejak dini.
Di tengah keterbatasan akibat cuaca, pembelajaran daring menjadi solusi agar siswa tetap memperoleh siraman rohani tanpa harus berkumpul secara fisik. Pihak sekolah juga melibatkan orang tua untuk mendampingi anak selama kegiatan berlangsung di rumah.
Dengan pendekatan ini, SDN 60 Bontoparang berharap semangat Ramadan tetap terjaga, sekaligus membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual. (*)












