Dari Balik Jeruji ke Mesin Espresso: Warga Binaan Lapas Takalar Dilatih Jadi Barista

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar membekali warga binaannya dengan keterampilan praktis melalui pelatihan barista. Sebanyak 16 warga binaan mengikuti pelatihan meracik dan menyajikan kopi yang digelar selama tiga hari, 22–24 Januari 2026, di aula Lapas Takalar.

Pelatihan ini menjadi bagian dari program pembinaan untuk menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan kerja saat kembali ke tengah masyarakat. Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Takalar, Murshahid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai dasar pemasyarakatan, khususnya fungsi pembinaan.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi bekal nyata. Saat bebas nanti dan kembali berkumpul dengan keluarga, mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan,” kata Murshahid, Kamis, (23/01/2026).

Ia mendorong peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal dengan aktif berdiskusi dan bertanya kepada instruktur. Menurut dia, kesempatan belajar keterampilan kerja seperti ini harus dimaksimalkan agar memberi dampak positif setelah masa pidana berakhir.

Instruktur pelatihan, Sunasriadi, memfokuskan materi pada pengenalan dasar dunia kopi. Para warga binaan diperkenalkan pada jenis-jenis kopi, peralatan, bahan baku, hingga teknik penyajian sesuai standar profesional.

“Hari ini agendanya mengenal alat, bahan, dan cara menyajikan kopi. Barista harus paham kopi dulu, jangan sampai dianggap hanya menyeduh kopi rumahan,” ujar Sunasriadi.

Melalui pelatihan ini, Lapas Takalar berharap warga binaan memiliki alternatif keterampilan kerja yang aplikatif, sekaligus membuka peluang usaha mandiri setelah bebas. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan untuk mendorong proses reintegrasi sosial yang lebih baik. (*)