MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Program pencarian bakat tarik suara terbaru “The Icon Indonesia” (TII) yang ditayangkan SCTV terus menyedot perhatian publik. Ajang ini menjadi magnet baru bagi generasi muda yang ingin menguji mimpi di panggung nasional.
Di Kota Makassar, antusiasme peserta terlihat sejak awal. Sekitar 500 orang memadati Aula Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) saat audisi digelar. Mayoritas peserta berasal dari kalangan remaja dan Generasi Z, yang menjadikan audisi ini bukan sekadar seleksi, tetapi juga ruang ekspresi.
Di antara ratusan peserta itu, satu nama mencuri perhatian: Nur Mifta Rahman. Siswi SMPN 2 Galesong, Kabupaten Takalar, ini berhasil lolos audisi tahap pertama dan melangkah ke babak kedua seleksi “The Icon Indonesia.”
Nur Mifta merupakan putri dari Rahman Samad, Redaktur Media Aktual (cetak dan online) sekaligus penggiat LSM. Dengan suara yang jernih dan penampilan yang percaya diri, ia tampil meyakinkan di hadapan tim juri.
“Saya sangat senang bisa mengikuti audisi The Icon Indonesia. Persaingan peserta lain cukup ketat. Alhamdulillah, hari ini kami dinyatakan lolos ke tahap kedua. Insya Allah, mohon doanya agar bisa melangkah ke seleksi berikutnya di Jakarta,” ujar Nur Mifta penuh semangat.
Ayahnya, Daeng Kulle sapaan akrab Rahman Samad menyebut ajang ini sebagai ruang penting bagi lahirnya talenta baru Indonesia.
“Kami berharap The Icon Indonesia benar-benar melahirkan penyanyi bertalenta yang bisa menjadi idola baru tanah air,” katanya.
Audisi gratis ini juga menghadirkan Bertrand Putra Onsu sebagai guest star. Kehadiran remaja asal NTT tersebut memberi energi tersendiri bagi peserta, sekaligus menjadi sumber inspirasi bahwa mimpi dari daerah bisa tumbuh hingga ke panggung nasional.
Bagi Nur Mifta, ini bukan sekadar lolos audisi. Ini adalah langkah pertama menuju mimpi besar dari Galesong, Takalar, menuju Indonesia. (*)












