TAKALAR, INDIWARTA.COM – Suasana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemerintah Kabupaten Takalar di Alun-Alun Baruga Panrannuangku, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kamis (12/02/2026), diwarnai momen membanggakan. Di hadapan ratusan peserta, Desa Banggae menerima piagam penghargaan nasional DIGIDES 2025 sebagai desa paling aktif dalam penggunaan aplikasi DIGIDES dan Top 2 se-Indonesia sepanjang tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, di hadapan 86 kepala desa dan 393 kepala dusun se-Kabupaten Takalar, serta disaksikan unsur Forkopimda, para camat, dan jajaran pemerintah daerah.
Suasana baruga berubah khidmat ketika nama Desa Banggae diumumkan. Kepala Desa Banggae, Faisal Sibali, melangkah ke panggung utama menerima piagam, disambut tepuk tangan meriah peserta Rakerda. Momentum itu menjadi simbol pengakuan nasional atas kemajuan digitalisasi desa di Takalar.
Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu bukan hanya kebanggaan bagi Desa Banggae, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Takalar.
“Ini bukti bahwa desa-desa di Takalar mampu bersaing di tingkat nasional dalam transformasi digital dan pelayanan publik berbasis teknologi,” ujar Daeng Manye.
Ia menegaskan, digitalisasi desa merupakan langkah strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan efisien.
“DIGIDES bukan sekadar aplikasi, tetapi instrumen untuk membangun pemerintahan desa yang cepat, akuntabel, dan melayani. Saya berharap desa-desa lain mengikuti jejak Desa Banggae,” tegasnya.
Daeng Manye juga menilai keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi kuat antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Ketika masyarakat mau menerima layanan administrasi secara digital, itu tanda adanya kepercayaan. Dan kepercayaan itu harus dijaga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banggae, Faisal Sibali, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih desanya.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja bersama, terutama dukungan masyarakat yang menerima layanan administrasi berbasis digital dari pemerintah desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan DIGIDES telah mempercepat pelayanan surat-menyurat dan meningkatkan transparansi layanan desa. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi perangkat desa untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik.
Rakerda yang berlangsung di jantung Kota Takalar itu pun menjadi saksi bahwa inovasi dan kolaborasi mampu membawa desa menembus panggung nasional. Dengan capaian Top 2 DIGIDES se-Indonesia 2025, Desa Banggae kini menjadi role model digitalisasi desa di Kabupaten Takalar dan Sulawesi Selatan. (*)












