TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap warga miskin ekstrem kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan sosial kepada seorang lanjut usia di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang. Bantuan tersebut disalurkan atas arahan Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, Rabu (7/1/2026).
Melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Takalar, bantuan sosial diberikan kepada Daeng Ngalle, warga Dusun Bontobaddo. Proses penyaluran bantuan itu didampingi langsung oleh Kepala Desa Lengkese, Kr. Indy, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam memastikan bantuan tepat sasaran.
Daeng Ngalle tercatat sebagai warga miskin ekstrem berdasarkan data Desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Kondisi tersebut menjadikannya sebagai salah satu prioritas penerima bantuan dari pemerintah daerah.
Dengan suara bergetar, Daeng Ngalle menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Takalar dan Pemerintah Desa Lengkese. Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah keterbatasan yang dialaminya.
Kepala Desa Lengkese, Kr. Indy, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap warganya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat dinantikan, khususnya bagi warga lanjut usia yang hidup dalam kondisi serba kekurangan.
“Bantuan ini memang sangat diharapkan oleh warga kami, terutama Daeng Ngalle yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Lengkese, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Takalar,” ujar Kr. Indy.
Ia menegaskan, pemerintah desa tidak berhenti pada penyaluran bantuan sosial semata. Ke depan, pihaknya akan mengupayakan bantuan lanjutan, termasuk program bedah rumah, guna meningkatkan kualitas hidup Daeng Ngalle.
“Daeng Ngalle masuk kategori miskin ekstrem karena terdata pada Desil 1. Insya Allah, kami juga akan mengupayakan bantuan bedah rumah agar beliau dapat tinggal di hunian yang lebih layak,” katanya.
Penyaluran bantuan sosial ini diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat yang paling membutuhkan. (*)












