Dorong Layanan Kesehatan Digital, Bupati Takalar Serahkan 70 Komputer ke RSUD Padjonga

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar kian serius mendorong transformasi layanan kesehatan berbasis digital. Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyerahkan 70 unit komputer kepada RSUD Padjonga Daeng Ngalle, Senin, 5 Januari 2026.

Penyerahan bantuan berlangsung di Aula II Gedung Farmasi RSUD Padjonga Daeng Ngalle, Kecamatan Pattallassang. Hadir mendampingi Bupati, Direktur RSUD Padjonga Daeng Ngalle dr. H. Ruslan Ramli, jajaran manajemen rumah sakit, serta tenaga kesehatan.

Daeng Manye menegaskan, pemanfaatan teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

“Ada keandalan melayani dengan adanya intervensi teknologi di situ,” kata Daeng Manye.

Menurut dia, digitalisasi akan membuat sistem pelayanan kesehatan lebih terintegrasi, mulai dari pendaftaran pasien hingga layanan medis. Dengan sistem yang saling terhubung, pasien dapat memperoleh pelayanan lebih cepat dan efisien.

“Proses digitalisasi harus dimulai dari awal sampai akhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, hampir seluruh rumah sakit kini telah menerapkan sistem digital dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, RSUD Padjonga Daeng Ngalle didorong untuk tidak tertinggal.

“Berobat di mana-mana sekarang sudah digitalisasi,” katanya.

Daeng Manye juga menargetkan RSUD Padjonga Daeng Ngalle mampu meningkatkan mutu pelayanan dan masuk lima besar rumah sakit dengan layanan terbaik di Sulawesi Selatan.

“Kalau layanan rumah sakit mau maju, tidak bisa menghindari yang namanya digitalisasi,” tegasnya.

Tak hanya di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Takalar juga berencana menerapkan digitalisasi di berbagai sektor pemerintahan. Salah satunya melalui pembangunan dashboard digital untuk memantau kinerja dan pelayanan seluruh perangkat daerah.

“Kita akan membuat dashboard yang meng-update bagaimana kondisi kita saat ini, termasuk memantau kondisi rumah sakit,” ungkapnya.

Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah dapat memantau jumlah pasien, tingkat hunian, hingga jenis penyakit yang ditangani secara real time.

“Kita akan tahu berapa pasien yang menginap, berapa yang mengidap penyakit tertentu,” ujarnya.

Daeng Manye pun menegaskan komitmennya menjadikan Takalar sebagai daerah yang mengedepankan pelayanan publik berbasis digital.

“Nanti saya akan populerkan di Takalar ini digital semua,” pungkasnya. (*)