DPRD Undang OKP, Mahasiswa dan Sejumlah Ormas di Takalar untuk Dzikir dan Doa Bersama

editor

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama bersama sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan, dan mahasiswa se-Kabupaten Takalar. Acara ini berlangsung di halaman Kantor DPRD Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabirang, Kecamatan Pattallassang, Selasa (2/9/2025) malam.

Kegiatan ini digelar dalam rangka menciptakan suasana damai, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta memperkuat sinergi antara DPRD, OKP, mahasiswa, dan masyarakat Takalar.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Takalar H. Muh. Rijal, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Kapolres Takalar, Dandim 1426 Takalar, serta berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan seperti HMI, PMII, GP Ansor, IMM, PB HIPERMATA, BPC HIPMI, SEPMI, MAPANCAS, SEMMI, KOHATI, dan PC Kopri Takalar.

Ketua DPRD Takalar: DPRD Terbuka untuk Aspirasi Masyarakat

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Takalar, H. Muh. Rijal, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para OKP, mahasiswa, dan masyarakat yang turut serta dalam kegiatan dzikir dan doa bersama ini.

“Mudah-mudahan kebersamaan kita malam ini menjadi langkah bersama untuk menjaga Kabupaten Takalar yang kita cintai. Buttapanrannuangta ini. Kami bersama teman-teman DPRD Takalar selalu siap menerima segala bentuk aspirasi dari OKP, mahasiswa, maupun masyarakat,” ujar Rijal.

Rijal juga menegaskan bahwa DPRD Takalar akan selalu berupaya menjadi gedung representatif rakyat, tempat menampung masukan, kritik, dan saran untuk pembangunan Takalar.

“Insyaallah, kami akan menampung dan mencatat setiap aspirasi, termasuk kritik yang membangun, demi mewujudkan Takalar yang lebih baik,” tambahnya.

Selain itu, Rijal menegaskan komitmennya bersama Bupati Takalar dan Forkopimda untuk mengawal program-program pembangunan serta membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan masyarakat.

“Rumah jabatan Ketua DPRD Takalar akan selalu terbuka untuk masyarakat Takalar,” tegasnya.

OKP dan Mahasiswa Sampaikan 20 Tuntutan Nasional dan Lokal

Selain dzikir dan doa bersama, kegiatan ini juga menjadi wadah penyampaian aspirasi dari OKP, mahasiswa, dan ormas Takalar. Mereka membacakan 20 tuntutan yang terbagi menjadi 11 poin isu nasional dan 9 poin isu lokal.

11 Poin Tuntutan Nasional:

1. Reformasi partai politik

2. Pembenahan institusi negara

3. Pengesahan RUU yang pro-rakyat

4. Efisiensi anggaran dan perbaikan layanan publik

5. Revisi UU Ketenagakerjaan

6. Reformasi menyeluruh di semua sektor

7. Pengusutan tuntas kasus-kasus besar nasional

8. Mengembalikan kedaulatan rakyat

9. Penolakan kenaikan PBB

10. Evaluasi kinerja DPR RI

11. Pengesahan RUU Perampasan Aset

9 Poin Tuntutan Lokal:

1. Pemda dan DPRD Takalar segera membuat Perda Kepemudaan

2. Pemda dan DPRD segera membuat Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

3. Pemda diminta selektif dan objektif dalam mutasi pejabat

4. Pemda diminta mengaji program beasiswa untuk mahasiswa Takalar

5. Pemda dan DPRD diminta memprioritaskan anggaran kesehatan dalam KUA-PPAS

6. Mengusut tuntas kasus mafia BBM di Takalar

7. Menutup tambang ilegal yang merugikan lingkungan

8. Fokus pada tiga sektor utama: pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan

9. Memperhatikan anggaran khusus untuk mahasiswa Takalar

DPRD Janji Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat

Kegiatan dzikir dan doa bersama ini menjadi momentum dialog terbuka antara DPRD dan masyarakat Takalar. Ketua DPRD memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan OKP, mahasiswa, dan ormas akan dibahas secara serius dalam agenda DPRD mendatang.

“Kami akan menjadikan setiap aspirasi sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut bersama Pemda Takalar. Semua ini untuk kebaikan masyarakat Takalar,” pungkas Rijal.

Acara dzikir dan doa bersama ditutup dengan pembacaan doa untuk keselamatan bangsa dan Kabupaten Takalar agar senantiasa diberkahi kedamaian serta kemajuan. (HSN)