TAKALAR, INDIWARTA.COM – Momentum Ramadan dimanfaatkan manajemen Rumah Sakit Maryam Citra Medika untuk memperkuat literasi kesehatan pasien. Melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), rumah sakit ini menggelar penyuluhan bertema penggunaan obat saat puasa, Rabu, (4/03/2026).

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Apt. Eka Febrianty, S.Farm itu dilaksanakan di ruang tunggu poliklinik, bertepatan dengan dibukanya layanan poliklinik siang. Strategi ini dipilih agar pasien dan keluarga yang datang berobat maupun kontrol dapat langsung menjadi audiens tanpa harus meninggalkan agenda pelayanan kesehatan mereka.
Dalam pemaparannya, Eka Febrianty menjelaskan pentingnya pengaturan jadwal minum obat selama berpuasa agar efektivitas terapi tetap terjaga. Ia menekankan bahwa tidak semua obat harus dihentikan saat puasa, melainkan perlu dikonsultasikan untuk penyesuaian waktu konsumsi, seperti saat sahur atau berbuka.
“Pasien sebaiknya tidak mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Penyesuaian jadwal minum obat bisa dilakukan sesuai anjuran dokter atau apoteker,” ujarnya di hadapan peserta.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan agenda rutin bulanan Tim PKRS RS Maryam Citra Medika. Selain digelar di ruang tunggu poliklinik, edukasi kesehatan juga dilakukan di tengah masyarakat, termasuk di posyandu binaan rumah sakit tersebut.
Direktur RS Maryam Citra Medika Takalar dr. Irmayani Muhammad, SpPD.FINASIM.MARS, mengapresiasi konsistensi tim PKRS dalam mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. Menurut dia, penyuluhan yang menyasar langsung pasien dan keluarga menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan yang komprehensif.
“Edukasi adalah bagian dari upaya preventif. Rumah sakit tidak hanya mengobati, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.
Kegiatan yang dipimpin Ketua Tim PKRS, Ns. Kadrianzah, S.Kep, itu juga berlangsung interaktif. Sejumlah pasien dan keluarga aktif mengajukan pertanyaan seputar penggunaan obat kronis, antibiotik, hingga vitamin selama Ramadan. Panitia menyediakan suvenir bagi peserta yang aktif bertanya atau menyimak materi, sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat partisipasi.
Melalui penyuluhan ini, manajemen rumah sakit berharap pasien tetap menjalani ibadah puasa dengan aman tanpa mengabaikan kepatuhan terapi, sehingga kondisi kesehatan tetap terkontrol selama Ramadan. (*)












