Gerbang Ikonik dan CCTV, Daeng Manye Dorong Wisata Aman di Kawasan Paria Lau

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar mulai menghadirkan pendekatan baru dalam penataan kawasan wisata Paria Lau. Bukan hanya mempercantik wajah destinasi, tetapi juga memastikan rasa aman bagi pengunjung melalui sistem pengawasan berbasis teknologi digital.

Perjalanan menuju Paria Lau dimulai dari pusat Kota Takalar, tepatnya dari depan Kantor Bupati Takalar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang. Dari titik ini, pengunjung melintasi kawasan Taman Kita dan pertigaan Taman Kota yang ditandai Patung Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo.

Rute kemudian melewati Kantor Dandenpom XIV/1 Takalar di sisi kanan jalan dan SMAN 1 Takalar di sisi kiri. Sekitar enam kilometer dari pusat kota, perjalanan berlanjut melewati Kantor Kecamatan Mappakasunggu dan Kantor Kelurahan Takalar. Satu kilometer berikutnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polres Takalar menjadi penanda bahwa kawasan wisata kian dekat.

Tak lama berselang, pengunjung tiba di pintu masuk kawasan wisata Paria Lau, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu. Di titik ini berdiri gerbang ikonik setinggi sekitar tujuh meter dan lebar delapan meter, didominasi warna merah dan hitam, dengan tulisan “Selamat Datang di Kawasan Wisata Paria Lau”.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (22/1/2026), gerbang tersebut merupakan hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye melalui anggaran tahun 2025. Pengerjaannya rampung pada Desember 2025 dan kini menjadi penanda utama sekaligus simbol penataan kawasan wisata Paria Lau.

Yang menarik, tepat di bawah palang gerbang terpasang dua unit kamera pengawas (CCTV) berwarna putih yang menghadap ke dua arah berbeda utara dan selatan kawasan wisata. Pemasangan kamera ini menandai dimulainya pengawasan digital sejak pengunjung pertama kali memasuki kawasan Paria Lau.

Langkah tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Takalar, khususnya Prioritas 1 pembangunan daerah: Takalar Unggul Teknologi Digital. Pengawasan berbasis teknologi diharapkan mampu meningkatkan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan wisatawan.

Paria Lau sendiri kini tak hanya ramai pada sore hari. Kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata malam. Pada malam hari, pengunjung memanfaatkan area pantai sebagai tempat berkumpul bersama keluarga dan teman, menikmati suasana laut yang sejuk dengan hembusan angin pesisir.

Aktivitas wisata malam itu turut menghidupkan kawasan pesisir dan menjadikan Paria Lau sebagai ruang publik yang aktif hingga larut. Seiring meningkatnya kunjungan, Pemerintah Kabupaten Takalar juga mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi wisata.

Sejumlah pelaku usaha lokal hadir menawarkan aneka jajanan dan minuman. Salah satunya View Old, yang menyediakan minuman dingin dan panas dengan harga terjangkau bagi pengunjung.

Melalui pembangunan gerbang ikonik, pemasangan CCTV berbasis teknologi digital, pengembangan wisata malam, serta pemberdayaan UMKM, Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Daeng Manye terus mengarahkan Paria Lau menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing. (*)