TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap malam memicu keluhan ratusan pelanggan di wilayah jalur KPU hingga Bilacaddi, Kabupaten Takalar. Gangguan listrik itu disebut berlangsung berjam-jam dan dinilai semakin mengganggu aktivitas warga, terlebih di bulan Ramadan.
Pada Sabtu malam, listrik dilaporkan padam selama hampir tiga jam. Kondisi tersebut memantik kemarahan warga yang merasa dirugikan akibat gangguan berulang tanpa kepastian waktu normalisasi.
Seorang warga BTN Arsha Residence mengungkapkan kekesalannya. “Kalau kami terlambat membayar langsung disegel. Tapi ketika listrik padam berjam-jam seperti ini, kami yang harus menanggung dampaknya. Apalagi di bulan puasa, hampir tiap malam begini,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari sejumlah pelanggan lain yang mengaku aktivitas rumah tangga hingga usaha kecil mereka terganggu. Pemadaman malam hari dinilai berdampak pada kenyamanan ibadah, penyimpanan bahan makanan, hingga operasional pelaku UMKM.
Saat dikonfirmasi melalui layanan pengaduan, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Takalar menjelaskan bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan pada jaringan distribusi listrik. Namun, warga menilai penjelasan tersebut belum cukup menjawab keresahan mereka, terutama terkait frekuensi gangguan yang berulang.
Sebagian pelanggan mendesak adanya transparansi informasi, termasuk penyampaian jadwal pemeliharaan atau estimasi waktu perbaikan ketika gangguan terjadi. Mereka juga berharap ada langkah konkret untuk meningkatkan keandalan jaringan listrik di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari PLN Takalar terkait upaya jangka panjang untuk mengatasi gangguan yang kerap terjadi hampir setiap malam itu. (*)












