TAKALAR, INDIWARTA.COM – Jam kerja boleh usai, tetapi roda pelayanan di Kantor Bupati Takalar tetap berputar. Rabu malam, (21/01/2026), Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye masih terlihat menerima tamu di ruang kerjanya di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, hingga larut malam.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Daeng Manye memilih tetap membuka ruang komunikasi dan koordinasi. Waktu malam yang lazimnya digunakan untuk beristirahat justru dimanfaatkan untuk memastikan berbagai urusan pemerintahan dan aspirasi pemangku kepentingan tetap tertangani.
Sejak siang hari, tamu dari beragam unsur datang silih berganti. Sekitar pukul 14.00 Wita, Ketua Bawaslu Kabupaten Takalar, Nelly, bertemu langsung dengan Bupati Takalar. Pertemuan berlangsung formal namun hangat, mencerminkan pentingnya komunikasi antarlembaga dalam menjaga sinergi penyelenggaraan pemerintahan dan demokrasi di daerah.
Menjelang malam, sekitar pukul 19.00 Wita, Daeng Manye menerima Kapten (K) Indri dari Kesdam Jaya Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi lintas institusi yang terus dirawat Pemerintah Kabupaten Takalar, khususnya dalam memperkuat koordinasi dan stabilitas antar lembaga.
Aktivitas Bupati Takalar berlanjut hingga malam kian larut. Pada pukul 22.10 Wita, Kepala Desa Kalelantang, Syafaruddin, diterima langsung di ruang kerja bupati. Pertemuan ini menegaskan perhatian pemerintah daerah terhadap pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pembangunan di tingkat akar rumput.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program serta memastikan kebijakan di tingkat kabupaten selaras dengan kebutuhan desa. Sepanjang rangkaian kegiatan, sejumlah pegawai lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Takalar tampak masih mendampingi agenda, membuat suasana kantor tetap hidup meski hari telah beranjak malam.
Komitmen bekerja melampaui jam formal mencerminkan gaya kepemimpinan Daeng Manye yang responsif dan terbuka. Ia dikenal konsisten memanfaatkan setiap ruang waktu untuk mendengar langsung masukan dari berbagai pihak mulai dari penyelenggara pemilu, unsur TNI, hingga pemerintah desa.
Intensitas komunikasi lintas sektor ini sejalan dengan semangat pemerintahan yang inklusif dan kolaboratif. Pemerintah Kabupaten Takalar berharap, melalui pola kerja seperti ini, setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Penerimaan tamu hingga larut malam itu menjadi potret etos kerja kepemimpinan di Takalar: pemerintahan yang hadir, melayani, dan menempatkan komitmen pada kemajuan daerah di atas batas jam kerja. (*)












