IRT di Takalar Menghilang Sejak Rabu Pagi, Keluarga Cemas Menanti Kabar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggalkan rumah dan tak kunjung memberi kabar sejak Rabu pagi, (14/01/2026). Ketiadaan informasi membuat suami, dua anak, serta keluarga besarnya diliputi kecemasan.

Perempuan bernama Firdawati Daeng Tarring (sekitar 38 tahun), warga Je’ne Mattallassa, Desa Kalelantang, Kecamatan Polobangkeng Selatan, terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 Wita. Ia memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter dengan kulit sawo matang.

Menurut keterangan keluarga, Firdawati awalnya dibonceng keponakannya menuju wilayah Palleko. Setibanya di jalan poros Palleko, ia kemudian menumpangi sebuah mobil pribadi yang mengarah ke Kota Makassar. Sejak saat itu, keberadaannya tidak diketahui.

Nomor telepon seluler Firdawati tidak lagi aktif. Padahal, sebelum pergi ia diketahui membawa sejumlah uang dan perhiasan. Kondisi tersebut membuat keluarga semakin khawatir terhadap keselamatan ibu dua anak itu.

“Kami sangat cemas karena sama sekali tidak ada kabar. Nomornya tidak bisa dihubungi,” ujar Daeng Ni’ni, saudara Firdawati, Jumat, 16 Januari 2026.

Keluarga mengungkapkan, sebelum meninggalkan rumah, Firdawati sempat mengirimkan pesan suara melalui WhatsApp kepada seorang tetangganya. Dalam pesan itu, ia menyampaikan keinginannya untuk menenangkan diri setelah terjadi cekcok rumah tangga.

“Saya pergi dulu kasi tenang perasaanku, jangan nakal Bayu,” demikian isi pesan suara tersebut.

Firdawati diketahui merupakan istri dari Daeng Nyampo dan ibu dari dua anak yang kini hanya bisa menunggu dengan penuh harap agar sang ibu segera memberi kabar dan kembali ke rumah.

Pihak keluarga berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Firdawati Daeng Tarring dapat segera menghubungi keluarga melalui nomor WhatsApp +62 853-9583-6545 atau +62 878-2543-2868. Informasi juga dapat disampaikan kepada pemerintah setempat maupun aparat kepolisian terdekat.

“Kami mohon bantuan semua pihak. Kami hanya ingin dia dalam keadaan baik dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” kata Daeng Ni’ni. (*)