Janji Tinggal Janji, Sampah Menumpuk di Perbatasan Tatae-Pekkabata Belum Tersentuh Penanganan

PINRANG, INDIWARTA.COM – Keluhan warga terkait persoalan sampah di wilayah perbatasan Kelurahan Tatae dan Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua, belum juga mendapat penanganan nyata dari pemerintah setempat. Hingga Jumat, (27/03/2026), kondisi di lapangan justru semakin memburuk.

Tumpukan sampah terlihat meluber hingga ke bahu jalan. Selain merusak pemandangan, limbah tersebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Situasi diperparah oleh kondisi jalan yang rusak di titik yang sama, sehingga menghambat mobilitas masyarakat.

Persoalan ini bukan kali pertama dikeluhkan. Sejak 13 Februari 2026, warga telah menyuarakan kondisi tersebut. Menanggapi hal itu, Lurah Tatae, Ahmad, sempat menyatakan komitmennya pada 15 Februari untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menangani persoalan sampah di wilayah perbatasan tersebut.

“Insyaallah segera saya akan berkoordinasi dengan Lurah Pekkabata dan Camat Duampanua terkait teknis penanganan sampah tersebut agar bisa segera diatasi,” ujar Ahmad saat itu.

Namun, memasuki akhir Maret, janji tersebut dinilai warga belum terealisasi. Tidak ada langkah konkret, baik pengangkutan sampah maupun penanganan lanjutan dari pihak kelurahan maupun kecamatan.

Rezani, salah seorang warga setempat, mengaku kecewa atas lambannya respons pemerintah. Ia menilai kondisi ini mencerminkan kurangnya kepekaan terhadap persoalan lingkungan.

“Kami terganggu dengan bau busuk dan tumpukan sampah yang tidak enak dipandang. Ditambah lagi kondisi jalan yang rusak. Kami minta pemerintah, mulai dari kelurahan, kecamatan, kabupaten, hingga DPRD Pinrang, khususnya dapil Duampanua–Cempa, segera bertindak,” kata Rezani.

Warga juga mendesak agar pemerintah tidak hanya melakukan pengangkutan sampah, tetapi turut menyediakan fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) yang layak dan permanen.

“Harus ada solusi jangka panjang. Jangan hanya diangkut lalu dibiarkan terulang. Kami butuh fasilitas yang jelas agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Tatae maupun Kecamatan Duampanua belum memberikan keterangan resmi terbaru terkait kendala yang menyebabkan penanganan sampah di lokasi tersebut belum terealisasi. (Red/Yahya)