PALOPO, INDIWARTA.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Agus Salim, menegaskan komitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo Tahun 2024 agar berjalan damai, jujur, dan adil. Komitmen ini ia sampaikan saat menghadiri Deklarasi Kampanye Damai yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo.
Didampingi Asisten Intelijen Ardiansyah, Kajari Palopo Ikeu Bachtiar, Kasi Pidsus Hari Surachman, dan Kasi Penkum Soetarmi, Kajati hadir bersama sejumlah tokoh strategis seperti Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono, Ketua KPU Sulsel Hasbullah, Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli, Danlantamal VI Brigjen TNI Wahyudi, dan Pj Wali Kota Palopo Firmanza DP.
Acara juga dihadiri oleh seluruh pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palopo, yakni FKJ–Nurhaenih (nomor urut 2), Rahmat Masri Bandaso–Andi Tenri Karta (3), Naili–Akhmad Syarifuddin (4), serta perwakilan dari pasangan Putri Dakka–Haidir Basir (1), didampingi partai pengusung dan tim relawan masing-masing.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Sulsel Hasbullah menekankan pentingnya komitmen kampanye damai, menghindari hoaks, politik uang, hingga perusakan alat peraga kampanye. Ia mengingatkan, pelanggaran serius dapat berujung pembatalan pasangan calon.
Menanggapi itu, Kajati Agus Salim menyampaikan bahwa keberhasilan PSU tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi seluruh elemen yang terlibat.
“Yang menentukan PSU berjalan damai adalah kita semua. Kalau ada pelanggaran hukum dari penyelenggara atau tim paslon, saya pastikan berhadapan langsung dengan saya,” tegasnya.
Agus Salim juga mengajak para calon dan pendukung untuk siap menang dan kalah dengan lapang dada.
“Jangan bikin malu kita sebagai Wija to Luwu. Saya percaya penyelenggara bekerja profesional dan berintegritas,” ucapnya.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Rusdi Hartono, juga menegaskan bahwa netralitas adalah harga mati bagi aparat kepolisian.
“Kalau ada anggota Polri yang tidak netral, saya tegaskan akan di-PDTH. Ini demi demokrasi yang bersih,” tegasnya.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mendukung penuh pelaksanaan PSU, termasuk dengan menurunkan 48 personel Satpol PP untuk membantu Bawaslu dalam pengawasan, khususnya mencegah serangan fajar.
“Laporkan saja, langsung kami tindak. Kami semua siap kawal proses PSU sampai tuntas,” ujar Gubernur.
Ia juga mengingatkan ASN untuk tetap netral dan mengimbau seluruh pasangan calon menerima hasil akhir dengan jiwa besar.
“Kalau memang takdirnya jadi wali kota, pasti jadi. Jalani prosesnya dengan baik,” tutup Andi Sudirman.
Acara diakhiri dengan pembacaan Ikrar Deklarasi Kampanye Damai oleh Ketua KPU Sulsel dan Ketua Bawaslu Palopo, diikuti seluruh pasangan calon, partai politik pendukung, dan Forkopimda Kota Palopo.
(*/Red)












