Mahasiswa KKMB Unismuh Gempur Bea Cukai: Desak Kepala Bea Cukai Sulbagsel Mundur, Protes Soal Rokok Ilegal Makin Menguat!

MAKASSAR, INDIWARTA.COM –Gelombang desakan terhadap Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) terus bergulir. Kali ini, Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bea Cukai Sulbagsel, Rabu (16/7/2025).

Dalam orasinya, massa KKMB menilai Bea Cukai Sulbagsel tidak serius dalam menangani peredaran rokok ilegal yang kian marak di Sulawesi Selatan. Mereka bahkan menuntut Kepala Bea Cukai Sulbagsel mundur dari jabatannya karena dianggap gagal memberantas peredaran rokok tanpa pita cukai.

“Sudah tiga kali kami datang ke Kantor Bea Cukai dan dua kali ke Polda Sulsel, tapi tidak ada progres. Ada apa ini? Kami menduga rokok ilegal seolah kebal hukum!” tegas Ketua KKMB, Jadid.

Tuntutan Tegas: Copot Kepala Bea Cukai dan Tindak Pelaku Rokok Ilegal

Dalam aksi tersebut, KKMB membawa sejumlah tuntutan:

  • Mendesak Kepala Bea Cukai Sulbagsel untuk mundur karena dianggap lalai.
  • Menuntut penindakan nyata terhadap peredaran rokok ilegal.
  • Mendesak pengusutan jaringan produksi dan distribusi rokok ilegal di wilayah Sulsel.
  • Menuntut transparansi dan akuntabilitas kinerja Bea Cukai.

Rudal: Kami Akan Datang Lagi dengan Massa yang Lebih Besar

Koordinator lapangan aksi, Alif alias Rudal, menyatakan bahwa aksi hari ini bukan yang terakhir. Mereka berjanji akan kembali berunjuk rasa pada hari Senin mendatang dengan jumlah massa yang lebih besar jika tidak ada progres yang jelas dari pihak Bea Cukai.

“Kami akan terus kawal ini. Jika masih tak ada tindakan, kami akan datang lebih besar. Ini soal kedaulatan negara dari kebocoran cukai!” tegas Rudal.

Bea Cukai: Masih Himpun Informasi

Menanggapi aksi tersebut, pihak Humas Bea Cukai Sulbagsel menyatakan bahwa penindakan terhadap rokok ilegal sedang dalam proses.

“Peredaran rokok ilegal sudah diperintahkan untuk ditindaklanjuti oleh Kepala Kanwil. Saat ini kami sedang menghimpun informasi dari berbagai pihak,” ungkap perwakilan Humas.

Rokok Ilegal Makin Menguasai Pasar Tradisional

Menurut KKMB, rokok-rokok ilegal seperti 68, 89, Oma Bold, Trek, Smith, dan HRJ kini semakin mendominasi pasar tradisional di Sulsel. Kondisi ini sangat merugikan negara karena berpotensi mengurangi penerimaan negara dari sektor cukai dan mencederai pelaku usaha rokok legal. (*)