TAKALAR, INDIWARTA.COM – Perkelahian antarsiswa di SMAN 10 Tanakeke, Kabupaten Takalar, memicu kekhawatiran orang tua dan masyarakat terhadap keamanan lingkungan pendidikan. Insiden yang melibatkan siswa dari dua desa berbeda itu terjadi pada Senin, (09/02/2026).
Peristiwa tersebut melibatkan kelompok siswa asal Desa Tompo Tanah dan Desa Balang Datu. Berdasarkan keterangan warga setempat, konflik diduga dipicu lemahnya pengawasan sekolah, khususnya pada fungsi pembinaan dan pengawasan siswa.
Sejumlah sumber menyebutkan adanya dugaan siswa membawa minuman keras (miras) dan senjata tajam (sajam) ke lingkungan sekolah, meski hal ini masih dalam tahap penyelidikan aparat.
Menurut keterangan seorang siswi yang menjadi saksi, insiden bermula saat sekelompok siswa dari Desa Balang Datu mendatangi sebuah kelas dan menanyakan keberadaan siswa asal Desa Tompo Tanah. Setelah mendapat jawaban “tidak tahu”, korban justru dipukul dari belakang oleh kelompok tersebut hingga terjadi perkelahian.
“Kekhawatiran kami, persoalan ini bisa terus berlanjut kalau siswa masih bebas berkumpul dalam kelompok dan membawa senjata tajam atau berada di bawah pengaruh miras,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kanit Reserse Polsek Mapsu, Basri, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut pihaknya telah memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.
“Kami sudah memanggil semua pihak terkait. Pihak sekolah juga akan kami panggil untuk memberikan keterangan di kantor polisi,” kata Basri, Rabu, 11 Februari 2026.
Sementara itu, Kepala SMAN 10 Tanakeke, Abbas, mengonfirmasi terjadinya perkelahian antarsiswa. Namun, ia membantah keras tudingan bahwa siswa bebas membawa senjata tajam dan minuman keras ke lingkungan sekolah.
“Benar beberapa hari lalu terjadi perkelahian siswa. Tapi tudingan bahwa siswa bebas membawa sajam dan miras itu tidak benar. Selama ini tidak ada siswa yang membawa senjata tajam ke sekolah. Perkelahian tersebut sudah ditangani dan diselesaikan,” ujarnya. (*)










