TAKALAR, INDIWARTA.COM – Penguatan budaya literasi menjadi agenda utama di SDN 128 Lengkese L. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Nureini, gerakan membaca tak lagi sekadar rutinitas, melainkan strategi membangun karakter dan kapasitas akademik siswa sejak dini.
Pada Senin, (23/02/2026), Nureini menegaskan bahwa literasi harus ditanamkan secara konsisten agar anak terbiasa berpikir kritis dan kreatif.
“Literasi bukan hanya membaca. Siswa harus mampu memahami, menganalisis, lalu menyampaikan kembali isi bacaan dengan bahasa yang baik dan benar,” ujarnya.
Sejumlah langkah konkret diterapkan. Sekolah membiasakan membaca sebelum jam pelajaran dimulai. Setiap kelas dilengkapi pojok baca untuk memudahkan akses buku. Guru didorong aktif membimbing siswa merangkum dan mempresentasikan kembali buku yang telah dibaca. Pola ini diharapkan mengasah kemampuan berbahasa sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
Respons terhadap program tersebut terbilang positif. Para guru menilai suasana belajar menjadi lebih hidup. Orang tua siswa melihat minat baca anak meningkat dan kebiasaan membawa buku ke rumah semakin sering.
Bagi Nureini, literasi adalah fondasi. Ia menargetkan budaya baca tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan mengakar dalam keseharian sekolah. Dengan pendekatan yang konsisten dan inovatif, ia berharap SDN 128 Lengkese L mampu melahirkan generasi yang cerdas, gemar membaca, dan memiliki daya saing di masa depan.
Komitmen itu menempatkan literasi bukan sekadar slogan, tetapi praktik yang dirawat bersama antara sekolah, guru, dan orang tua demi kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
(Red/Bakri Nompo)












