TAKALAR, INDIWARTA.COM – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang identik dengan silaturahmi justru diwarnai polemik terkait kunjungan sejumlah wartawan ke kediaman Wakil Bupati Takalar, Hengki Yasin, di Kota Makassar.
Sejumlah pihak menyebut adanya penolakan terhadap wartawan yang hendak bersilaturahmi. Namun, hal itu dibantah oleh jubir Bupati.
Muhammad Yasin Daeng Limpo, Juru bicara (Jubir Wakil Bupati Takalar), menegaskan bahwa tidak ada penolakan terhadap insan pers. Ia menyebut situasi saat itu tidak memungkinkan untuk menerima tamu, mengingat padatnya kunjungan di momen Lebaran.
“Wakil bupati tidak punya niat menolak wartawan yang datang. Hanya saja ini bukan momen yang tepat karena banyak tamu. Kami juga sudah mengarahkan untuk bertemu di rumah jabatan jika ada waktu,” ujar Daeng Limpo saat dikonfirmasi, Rabu, (25/03/2026).
Ia juga menyinggung adanya oknum wartawan yang dinilai terlalu memaksakan diri untuk masuk ke dalam kediaman pribadi Wakil Bupati.
“Sudah diarahkan dengan baik, tapi ada yang seolah mendesak untuk masuk menemui beliau,” katanya.
Selain itu, salah satu wartawan yang datang membantah tudingan tersebut. Ia mengaku kedatangannya murni untuk bersilaturahmi pasca-Idulfitri, bukan untuk kepentingan lain.
“Kami hanya ingin silaturahmi. Tapi petugas keamanan menghalangi kami masuk, padahal kami melihat beliau ada di dalam rumah,” ujarnya.
Ia juga menyebut telah beberapa kali mencoba berkunjung, namun tetap tidak diperkenankan masuk oleh petugas keamanan.
“Kami sudah tiga kali datang bolak-balik, tapi tetap ditolak. Padahal niat kami hanya silaturahmi,” katanya.
Perbedaan keterangan antara pihak keluarga dan wartawan ini memunculkan persepsi yang berbeda di publik. Di satu sisi, pihak keluarga menilai situasi belum tepat untuk menerima tamu di kediaman pribadi, sementara di sisi lain, wartawan merasa akses untuk bersilaturahmi dibatasi.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi langsung dari Wakil Bupati Takalar terkait polemik tersebut. (*)












