Polres Takalar Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Berawal dari Minuman Pop Ice

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Polres Takalar mengamankan dua pelaku penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang sempat viral di media sosial.

Insiden ini terjadi di Dusun Tarembang, Desa Tarembang, Kecamatan Galesong, pada Minggu (23/3/2025) dan baru terungkap setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Korban, Muhammad Yahya (11), menjadi sasaran kekerasan yang dilakukan oleh dua remaja berinisial HS (16) dan AW (18). Kejadian bermula ketika korban dan teman-temannya, termasuk Firman alias Immang, menikmati minuman Pop Ice yang diambil Firman tanpa izin dari rumah orang tua AW.

Tidak terima dengan tindakan tersebut, AW bersama HS mencari korban dan menemukannya di area persawahan. Tanpa banyak bicara, AW langsung menampar pipi korban dan menendang punggungnya. Sementara itu, HS turut melakukan kekerasan dengan memukul bibir korban menggunakan kepalan tangan serta menendang punggung, pantat, dan dadanya hingga korban terjatuh ke sawah. Beruntung, korban diselamatkan oleh rekannya, Bagus, yang berada di lokasi kejadian.

Kapolres Takalar, AKBP Gotam Hidayat, melalui Kasat Reskrim AKP Hatta, mengonfirmasi bahwa kedua pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Keduanya telah kami amankan dan dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) Jo. 76C UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 170 ayat (2) KUHP, terkait tindak kekerasan secara bersama-sama terhadap orang lain,” ujar AKP Hatta dalam konferensi pers di aula Mapolres Takalar, Selasa (25/3/2025).

AKP Hatta juga mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak serta tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kekerasan.

“Kami pastikan setiap laporan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” tegasnya.

Diketahui, kedua pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Polres Takalar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak dan dampak buruk kekerasan dalam pergaulan remaja.

 

(*/Fathir)