MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Pilwalkot Makassar 2024 dipastikan akan seru, yang awalnya diprediksi hanya tiga poros, namun bertambah menjadi empat poros, yakni empat pasangan calon kandidat.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kali ini mengajukan Ketua DPW PKS Sulsel, Muhammad Amri Arsyid, S.P, sebagai calon wali kota (01) dan mantan Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abdul Rahman Bando (ARB), sebagai calon wakil wali kota (02). Dengan tagline AMAN.
Ini merupakan poros baru di luar tiga pasang kandidat yang telah lebih dulu memastikan pencalonan. PKS dengan modal enam kursi di DPRD Kota Makassar pada pileg Februari lalu, akan siap bertarung di pilwali Makassar.
Terkait kepastian pencalonan Amri-Rahman, disampaikan Humas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Selatan, Wahida Eka Putra. Pasangan itu disebut telah mendapatkan tiket pencalonan berupa surat rekomendasi partai.
” Bismillah,” tulis Wahida di grup WhatsApp wartawan peliput PKS Sulsel, sembari mengunggah foto Amri Arsyid bersanding dengan Abdul Rahman Bando, Rabu (28/08/2024).
Foto mereka berlatar warna oranye-putih khas PKS. Amri Arsyid merupakan Ketua DPW PKS Sulsel. Sedangkan Abdul Rahman Bando merupakan kader Partai Demokrat, yang juga eks ASN di Pemkot Makassar.
Diketahui, Abdul Rahman Bando (ARB) sebelumnya ikut bertarung di Pilwali Makassar 2020, berpasangan dengan Munafri Arifuddin.
Dengan hadirnya poros baru yang dimotori PKS, maka saat ini ada empat pasang kandidat yang bakal bertarung di Pilwali Makassar, pada November mendatang.
Tiga pasangan lainnya, yakni Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA), Andi Seto Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi (SEHATI), dan Indira Yusuf Ismail-Ilham Fauzan Amir Uskara (iNIMi).
Ketua DPW PKS Sulsel, Muhammad Amri Arsyid, S.P, menjelaskan, pasca menerima B1 KWK, pihaknya akan langsung mempersiapkan deklarasi dan pendaftaran ke KPU kota Makassar.
” Yang pasti saya menginginkan struktur partai solid, menjaga spirit dan motivasi yang tinggi. Terpenting team work dan semua jaringan yang ada, mulai dari struktur partai dan tokoh yang bergabung. Insyaallah, kami siap tempur dan siap menang di Pilwalkot,” tegas Amri, melalui keterangannya.
Dikatakannya, dalam waktu dekat ini segera merumuskan program. Timnya juga sedang bekerja untuk itu. Tetapi yang pasti, akan menawarkan rasa aman dulu kepada masyarakat, bahwa ekonomi, pendidikan dan kesejahteraannya bisa terjamin.
Sedangkan saat dikonfirmasi, DR. Abdul Rahman Bando, S.P, M.Si, menuturkan, “Insya Allah, siap,” singkatnya.
Sementara Ketua DPD PKS Kota Makassar, Anwar Faruq mengatakan, PKS mengusung pasangan Muhammad Amri Arsyid – Abdul Rahman Bando untuk poros baru.
” Sudah B1 KWK, penyerahannya tadi malam diserahkan langsung dari DPP ke DPD PKS,” kata Anwar, melalui keterangannya.
Poros baru yang dibentuk PKS, mengusung tagline “Makassar Aman”.
“ Untuk poros Baru. Sedang di persiapkan Deklarasi dan Pendaftaran di KPUD. Rencana Deklarasi dan Pendaftaran besok, Kamis tanggal 29 Agustus 2024,” jelasnya.
” Besok sore atau malam, kami sementara koordinasi dengan KPU, karena ada dua pasangan yang daftar juga besok,” terangnya.
Sekadar diketahui, sebelum ke KPU, PKS akan mendeklarasikan Amri-Rahman di Gedung Immim, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. “Besok jam 2 siang, kita deklarasi di Gedung Immim,” katanya.
Berdasar hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang mengubah syarat kursi menjadi perolehan suara pada hasil pileg, dinilai menguntungkan PKS di Makassar.
PKS Makassar jika mengikuti syarat kursi, tidak bisa mengusung sendiri, karena hanya memiliki 6 kursi. Sementara syarat minimal, harus mengantongi 10 kursi di DPRD kota Makassar.
Jika merujuk ke perolehan suara sah, partai politik hanya mengumpulkan 6,5 persen suara dari 1.036.965 jiwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Makassar.
Total suara sah Pemilihan DPRD Makassar pada Pemilu 2024 adalah 728.277 suara. Yang artinya, parpol bisa usung paslon jika memiliki modal 47.339 suara di Pileg 2024.
Untuk PKS Makassar, pada Pileg Februari lalu, telah meraih 79.671 suara atau 10,94 persen. Berdasar hal itu pun, PKS bisa mengajukan calonnya sendiri tanpa perlu berkoalisi dengan partai lainnya. (*/Arman)












