TAKALAR, INDIWARTA.COM – Program Ajjaga Kampong yang digagas Pemerintah Kecamatan Pattallassang disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat keamanan dan ketertiban wilayah. Namun, di tengah sosialisasi program tersebut, aksi pencurian justru marak terjadi di Kelurahan Sombalabella.
Sejumlah warga mempertanyakan efektivitas program inovasi camat itu setelah sedikitnya lima rumah kosong di Lingkungan Ballo Satu dilaporkan dibobol pencuri pada Sabtu malam, 21 Februari lalu.
“Sekitar malam Sabtu terjadi pencurian. Ada kurang lebih lima rumah kehilangan isi perabot seperti televisi, pakaian, dan kompor. Rata-rata rumah kosong yang disasar,” ujar seorang warga setempat, yang enggan disebutkan namanya.
Menurut dia, rumah-rumah yang menjadi target memang tidak berpenghuni, namun masih menyimpan banyak perabot rumah tangga. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku yang beraksi pada malam hari.
Warga juga mengaku sempat melihat sebuah mobil berhenti di depan salah satu rumah kosong pada tengah malam. Namun, saat itu tak ada kecurigaan berarti.
“Semalam itu ada warga lihat mobil tanpa plat nomor DD parkir di depan rumah kosong. Tapi kami kira itu tamu atau kenalan pemilik rumah,” katanya.
Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui. Warga berharap aparat kepolisian bersama pemerintah kecamatan segera mengambil langkah konkret untuk mengusut kasus tersebut dan meningkatkan patroli malam.
Program Ajjaga Kampong sebelumnya diperkenalkan sebagai upaya kolaboratif antara pemerintah kecamatan dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Namun, rentetan pencurian ini menjadi ujian awal bagi implementasi program tersebut.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak evaluasi menyeluruh agar program keamanan tidak sekadar menjadi slogan, melainkan benar-benar menghadirkan rasa aman bagi warga. (*)












