Sampah Meluber di Perbatasan Tatae-Pekkabata, Kecamatan Siapkan Solusi Jangka Panjang

PINRANG, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kecamatan Duampanua mulai mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di perbatasan Kelurahan Tatae dan Kelurahan Pekkabata. Selain pengangkutan rutin, upaya kini difokuskan pada pengadaan kontainer baru serta rencana penyediaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Langkah ini diambil menyusul kondisi di lapangan yang semakin memburuk. Sejak pertengahan Februari 2026, warga mengeluhkan tumpukan sampah yang meluber hingga ke bahu jalan. Selain mengganggu mobilitas, limbah tersebut juga menimbulkan bau menyengat, terutama di ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Dalam pertemuan pada Senin, (30/03/2026), Camat Duampanua Andi satriadin As,s.kom.,M.H.,M.pd, mengakui persoalan ini telah menjadi polemik yang mendesak untuk segera ditangani secara menyeluruh.

Menurut dia, sumber utama volume sampah berasal dari aktivitas di Pasar Pekkabata. Kondisi pasar saat ini dinilai kritis karena tidak didukung sarana penampungan yang memadai.

“Kami sangat membutuhkan dua unit kontainer saat ini. Kami telah berkoordinasi dengan kepala pasar untuk melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral sebagai leading sector,” ujar Satriadin.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah kecamatan juga menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penyediaan lahan untuk TPA di tingkat kecamatan.

“Kami merencanakan mencari lahan tambak atau lokasi lain yang memungkinkan untuk dijadikan TPA. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan dan desa siap bekerja sama agar persoalan ini bisa diselesaikan secara permanen,” katanya.

Upaya tersebut sebelumnya telah diawali dengan koordinasi bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup untuk membantu pengangkutan sampah sejak bulan Ramadan. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam optimalisasi penanganan.

Pemerintah kecamatan menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa kesadaran warga untuk menjaga kebersihan,” ujar Satriadin

Saat ini, pihak kecamatan terus melakukan tindak lanjut secara paralel, baik dalam penataan di Pasar Pekkabata maupun pembersihan di titik perbatasan Tatae–Pekkabata. Upaya ini diharapkan dapat segera memulihkan kenyamanan lingkungan serta kelancaran aktivitas warga dan pengguna jalan. (Red/Yahya)