PINRANG indiwarta– Arus lalu lintas di jalan Poros Pinrang-Parepare, tepatnya di depan Mall Pinrang, sempat mengalami pengalihan menyusul aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Demokrasi (BARADA), Senin (2/2/25).
Massa mulai memadati lokasi sekitar pukul 10.00 WITA dengan membawa sejumlah tuntutan terkait isu tambang emas di Kabupaten Enrekang dan isu pemekaran di wilayah Luwu Raya.
Jenderal Lapangan aksi, Nabil, menegaskan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk solidaritas terhadap warga Enrekang yang terdampak aktivitas pertambangan.
BARADA mendesak penghentian segera aktivitas tambang emas milik CV Hadaf Karya Mandiri di Kabupaten Enrekang.

”Aksi kita hari ini adalah aksi solidaritas. Teman-teman di Enrekang sudah beberapa kali turun aksi. Kami khawatir karena lokasi tambang tersebut memiliki aliran sungai kecil yang bermuara ke Sungai Saddang dan Bendungan Benteng,” ujar Nabil saat ditemui di sela-sela aksi.
Menurut Nabil, potensi pencemaran bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida serta ancaman longsor di area tambang akan berdampak langsung pada sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Pinrang yang bergantung pada aliran Sungai Saddang.
Senada dengan hal tersebut, salah satu orator, Bill Gates, yang menyampaikan aspirasi di atas truk panggung aksi, menyatakan penolakannya terhadap kehadiran tambang tersebut.
”Kami menolak hadiran tambang di Enrekang karena ini berpotensi berdampak langsung kepada petani dan nelayan di daerah Pinrang,” tegasnya.
Selain isu tambang emas, massa BARADA juga menyuarakan tuntutan terkait pemekaran wilayah Luwu Raya menjadi provinsi sendiri. Tuntutan ini ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai solusi atas ketidakmerataan infrastruktur dan ekonomi yang dirasakan masyarakat luwu raya.
Kesenjangan infrastruktur digambarkan massa dengan kondisi wilayah Seko, di mana warga yang sakit masih harus ditandu akibat akses jalan yang ekstrem.
”Kami mendukung teman-teman di Luwu Raya murni karena persoalan pemerataan. Sebagai bentuk persaudaraan, kami melakukan penutupan jalan di sini, sebagaimana yang terjadi di Luwu Raya,” tambah Nabil.
Tercatat, sebanyak lima mahasiswa asal Luwu Raya turut bergabung dalam barisan massa hari ini.
Berdasarkan pantausn langsung, pihak kepolisian mengerahkan personel dengan kekuatan dua kali lipat dari jumlah massa aksi.
Pihak kepolisian juga melakukan pengalihan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan panjang di jalur trans-Sulawesi.
Kasat Intelkam Polres Pinrang AKP Erwin Amran, S.H. menyatakan bahwa pihaknya mengedepankan komunikasi dua arah dengan koordinator lapangan untuk memastikan aksi berjalan damai.
”Membuka ruang dialog agar aksi berjalan tertib kemudian memberikan arahan kepada peserta aksi jika mulai tidak kondusif, ” Ujarnya
Aksi berakhir pada pukul 12.00 WITA dengan tertib. Meski demikian, pihak BARADA menegaskan akan terus melakukan pengawalan isu ini hingga tuntutan mereka terpenuhi.
*Yahya












