Subuh, Lari, dan Disiplin: Pejabat Takalar Digembleng di Alam Pammukulu

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kegiatan Team Building Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan para camat Kabupaten Takalar memasuki hari kedua dengan ritme yang padat sejak dini hari. Jumat, (09/01/2026), pembinaan disiplin dimulai saat matahari belum terbit.

Seluruh peserta mengawali agenda dengan shalat subuh berjamaah di lokasi Team Building, Dusun Kupanga, Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur. Seusai ibadah, barisan pejabat langsung bergerak mengikuti senam pagi sebagai pemanasan.

Agenda berlanjut dengan joging lintas alam sejauh kurang lebih tiga mil. Rute yang ditempuh tak biasa—melewati kawasan sekitar Bendungan Pammukulu hingga kembali ke arena Team Building. Dalam lintasan tersebut, peserta harus menyeberangi kali yang berada di antara pintu masuk bendungan dan lokasi kegiatan.

Aktivitas fisik ini dirancang bukan sekadar olahraga. Panitia menekankan pembentukan mental tangguh, disiplin waktu, serta kekompakan antarpeserta sebagai satu tim birokrasi.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, tampak memantau langsung jalannya joging pagi dari atas jembatan yang melintasi kali. Kehadirannya sejak pagi hari dinilai sebagai bentuk komitmen dan keteladanan pimpinan daerah terhadap proses pembinaan aparatur.

Menurut Daeng Manye, pembiasaan disiplin sejak subuh merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter aparatur pemerintahan. Ia menilai kekuatan fisik, mental, dan spiritual harus berjalan seiring untuk membangun birokrasi yang solid dan responsif.

“Kita ingin membentuk pejabat yang kuat secara mental, sehat secara fisik, dan memiliki kebersamaan yang tinggi,” ujar Daeng Manye di sela pemantauan kegiatan.

Ia menegaskan, agenda pagi hari ini bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan sarana membangun kebiasaan positif serta kepemimpinan yang membumi.

Sementara itu, instruktur dari Kodim 1426/Takalar yang mendampingi kegiatan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap instruksi dan kerja tim selama pelaksanaan joging lintas alam. Nilai-nilai tersebut, menurut mereka, menjadi kunci dalam membangun disiplin dan solidaritas di lingkungan pemerintahan daerah. (Red/*)