TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati H. Hengky Yasin memperkuat komitmen membangun literasi digital secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Takalar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar transformasi pelayanan publik berbasis digital.
Penguatan dilakukan melalui sistem pelayanan terintegrasi, mulai dari tingkat desa dan kelurahan, kecamatan, hingga unit-unit pelayanan di lingkup kabupaten. Digitalisasi diarahkan untuk memangkas birokrasi, mempercepat layanan, dan meningkatkan transparansi pemerintahan.
“Sesuai visi-misi Pemkab, literasi digital harus mempermudah layanan. Mulai dari desa dan kelurahan, kecamatan, hingga kantor pelayanan kabupaten. Pengurusan administrasi harus lebih mudah, cepat, dan transparan, serta pelayanan publik semakin efisien,” ujar Daeng Manye, Kamis, 30 Januari 2026.
Menurutnya, literasi digital tidak sebatas menghadirkan akses internet. Keberadaan Pojok Internet Desa (Poindes) di 50 desa yang telah terbangun menjadi fondasi awal, namun transformasi digital juga harus diwujudkan melalui sistem yang terintegrasi, tertata, dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur serta edukasi kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif. Digitalisasi juga diarahkan untuk mendukung promosi destinasi wisata daerah serta penguatan pelaku UMKM di Kabupaten Takalar.
“Dengan sistem literasi digital yang semakin kuat, pelayanan publik dapat dilakukan lebih efektif, birokrasi yang berbelit bisa dipangkas, dan akuntabilitas serta transparansi pemerintahan semakin meningkat,” ujarnya.
Digitalisasi, lanjut Daeng Manye, juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengakses informasi pembangunan secara lebih luas dan terbuka.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Pemkab Takalar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui transformasi digital yang terstruktur, kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah diharapkan terus meningkat.
Dengan semangat “Takalar Cepat”, penguatan literasi digital menjadi prioritas utama demi menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat Takalar. (*)












