Takalar Nyalakan Desa: Program Desa Terang, Bupati Tegaskan Tak Boleh Ada Lagi Jalan Gelap

TAKALAR, INDIWARTA.COM –  Pemerintah Kabupaten Takalar resmi meluncurkan Program Desa Terang dan Desa Digital Tahun 2025 di Lapangan Desa Parappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Senin sore, 29 Desember 2025. Program ini digadang sebagai langkah besar untuk memutus gelapnya infrastruktur sekaligus mempercepat digitalisasi desa.

Sejak pukul 16.00 WITA, ribuan warga telah memadati lapangan desa. Mayoritas mengenakan kaos putih berkerah sesuai ketentuan panitia. Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye hadir dengan balutan kaos putih, rompi hijau, dan celana jeans biru, didampingi jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, serta tamu undangan lainnya.

Acara diawali laporan Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Takalar, Andi Rijal Mustamin. Ia menyebut peluncuran Desa Terang dan Desa Digital sebagai momentum penting karena menyatukan dua agenda besar: penguatan penerangan desa dan percepatan transformasi digital dalam satu kebijakan terpadu.

“Ini bukan sekadar program, tapi tonggak perubahan wajah desa di Takalar,” kata Andi Rijal.

Dukungan juga datang dari PT PLN (Persero). General Manager UID Sulselbar, Jimy Indra Baskara, menyampaikan bahwa rasio elektrifikasi Kabupaten Takalar telah mencapai 99 persen. PLN, kata dia, terus mendorong pemerataan akses listrik melalui program pasang baru gratis serta penyediaan SuperSUN untuk wilayah kepulauan.

Sementara itu, perwakilan SHIN Indonesia, Alimin, menyatakan kesiapan pihaknya bekerja sama dengan Pemkab Takalar dalam pengiriman pemuda untuk magang ke Jepang, dengan target hingga 1.000 peserta dalam tiga tahun ke depan.

Dalam sambutan utamanya, Bupati Takalar menegaskan bahwa Program Desa Terang bukanlah seremoni belaka. Ia menyebut masih banyak wilayah desa yang gelap saat malam hari.

“Dari 110 desa dan kelurahan, sekitar 60 persen masih minim penerangan. Ini tidak boleh dibiarkan. Lima tahun ke depan, Takalar tidak boleh lagi gelap,” tegas Daeng Manye.

Ia menjelaskan, mulai 2026 setiap desa akan memperoleh 100 titik lampu jalan per tahun. Dengan skema itu, pada tahun pertama ditargetkan sekitar 550 kilometer jalan desa di Takalar sudah terang.

Di tengah jalannya acara, perhatian peserta sempat tertuju ke sisi kanan panggung. Kepala Bagian Forkopimda Setda Takalar, Amran Torada, terlihat mondar-mandir menata ulang posisi duduk pejabat di podium utama. Tanpa instruksi langsung dari pimpinan daerah, ia berinisiatif memastikan susunan kursi sesuai tata protokoler.

Beberapa menit kemudian, saat Bupati Takalar tengah berbicara, ia menghentikan sejenak sambutannya dan mengarahkan pandangan ke deretan kursi pejabat.

“Ini camat-camat, silakan turun duduk di bawah bersama kepala desa,” ujar Daeng Manye dengan nada tegas.

Suasana lapangan mendadak hening. Sejumlah camat, di antaranya Camat Mangarabombang, Camat Laikang, Camat Polongbangkeng Selatan, dan Camat Sanrobone, segera berdiri dan turun dari podium utama. Mereka kemudian bergabung di kursi undangan bersama kepala desa, kepala dusun, dan perangkat desa lainnya.

Perpindahan itu berlangsung terbuka namun tertib, tanpa perdebatan. Setelah susunan tempat duduk kembali rapi, Bupati melanjutkan sambutannya. Ia menekankan pentingnya disiplin, kesetaraan, dan tata kelola pemerintahan yang tertib hingga ke level paling bawah.

“Kalau desa terang dan data sudah digital, ekonomi akan bergerak, keamanan meningkat, dan masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan PT PLN (Persero), penyerahan SK Satuan Tugas Desa Terang dan Desa Digital, pembagian baju dinas kepala dusun, serta peresmian pojok internet desa.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye secara resmi melaunching Program Desa Terang dan inisiasi Desa Digital Kabupaten Takalar Tahun 2025. (*)