TAKALAR, INDIWARTA.COM – Arahan Presiden Prabowo Subianto dalam taklimat dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 yang diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia mulai diturunkan ke daerah. Dalam forum tersebut, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
Arahan itu kemudian ditindaklanjuti Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Takalar ke-66. Kini, gerakan tersebut mulai bergerak hingga ke tingkat kelurahan. Di Kabupaten Takalar, gerakan kebersihan lingkungan mulai digerakkan sebagai bagian dari Program Bersih Nasional.
Respons cepat datang dari Kelurahan Pappa. Lurah Pappa, Firmansyah Habsi, S.Sos, bersama Sekretaris Lurah dan Kepala Seksi Pembangunan, melakukan koordinasi langsung ke sejumlah sekolah sebagai langkah awal implementasi program tersebut, Rabu, (11/02/2026).
Salah satu kunjungan dilakukan ke SMA Negeri 2 Kabupaten Takalar yang diterima langsung Kepala Sekolah Abd Rauf atau Daeng Ngampang. Dalam pertemuan itu, dibahas rencana pelaksanaan kerja bakti massal sebagai bagian dari Program Bersih Nasional dengan melibatkan dunia pendidikan.
Koordinasi juga dilakukan dengan SD Pakbundukan, SD Pappa, dan SDN 8 Tamasongo. Kegiatan kerja bakti direncanakan melibatkan guru dan tenaga pendidik, dengan fokus pembersihan di sepanjang jalan poros provinsi menuju Jeneponto, salah satu jalur utama mobilitas masyarakat.
Aksi bersih lingkungan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah kelurahan, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung agenda nasional kebersihan dan pelestarian lingkungan.
Firmansyah menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar kerja bakti rutin, melainkan bagian dari upaya membangun perubahan budaya hidup bersih.
“Ini bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tapi membangun kesadaran bersama. Kami berharap sekolah, guru, dan masyarakat menjadi motor penggerak perubahan perilaku, agar kebersihan menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.
Ia juga berharap Program Bersih Nasional sejalan dengan program unggulan Bupati Takalar TAKALAR BISA (Bersih, Sehat, Indah, dan Nyaman) dapat berjalan berkelanjutan sebagai model kolaborasi nyata antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat.
“Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya bukan hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga terbentuknya karakter generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” kata Firmansyah. (*)












