Tolak Penggusuran, Partai Buruh dan Pedagang Pasar Pa’baeng-Baeng Bakal Kepung Kantor Wali Kota Makassar

editor

indiwarta– MAKASSAR – Gelombang penolakan terhadap rencana penggusuran dan relokasi pedagang Pasar Pa’baeng-Baeng di Kota Makassar terus menguat. Partai Buruh bersama Serikat Pedagang Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) mengonfirmasi akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Senin, 5 Januari 2026 mendatang.

Aksi massa ini rencananya akan diawali dengan titik kumpul di kawasan Pasar Pa’baeng-Baeng, sebelum kemudian bergerak menuju Kantor Wali Kota Makassar untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Lima Tuntutan Utama

Dalam seruan aksinya, koordinator lapangan menegaskan sejumlah poin krusial yang menjadi tuntutan massa, di antaranya:

  1. Menolak keras rencana penggusuran dan relokasi pedagang Pasar Pa’baeng-Baeng.

  2. Mendesak audit menyeluruh terhadap pihak pengelola pasar.

  3. Menuntut pencopotan jajaran direksi PD Pasar Kota Makassar.

  4. Menghentikan penggusuran terhadap PKL di seluruh wilayah Kota Makassar.

  5. Menindak tegas dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang menyasar pedagang dan PKL.

“Pasar Adalah Ruang Hidup”

Koordinator aksi menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk pertahanan terhadap hak ekonomi rakyat kecil. Menurutnya, pasar seharusnya dipandang sebagai pusat kehidupan masyarakat, bukan sekadar objek penataan kota yang bisa digusur sepihak.

“Pedagang bukan pelanggar hukum, melainkan bagian dari denyut ekonomi masyarakat yang seharusnya dilindungi dan diberdayakan oleh pemerintah. Penggusuran bukan solusi. Perjuangan kami adalah perjuangan hidup,” tegasnya dalam pernyataan sikap tertulis.

Menunggu Respons Pemerintah

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Makassar maupun PD Pasar terkait rencana aksi dan tuntutan yang dilayangkan.

Aksi ini diperkirakan akan melibatkan ratusan massa yang terdiri dari pedagang pasar, PKL, elemen buruh, serta organisasi masyarakat sipil lainnya. Pihak penyelenggara aksi pun menghimbau agar aparat keamanan dapat melakukan pengawalan secara humanis guna memastikan situasi tetap tertib dan kondusif selama demonstrasi berlangsung.

*Alif