PINRANG indiwarta– Sebuah video yang memperlihatkan adanya belatung di dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendadak memicu keresahan masyarkat.
Insiden memprihatinkan ini terjadi di SDN 166 Dusun Kariango, Desa Panannarang, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang pada Selasa, 21 Januari 2025.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas sejumlah larva atau belatung yang masih hidup merayap di sela-sela potongan daging ikan yang seharusnya dikonsumsi oleh para siswa. Temuan ini memicu tanda tanya besar terkait standar higienitas dan pengawasan program unggulan tersebut di lapangan.
Setelah dilakukan penelusuran dan konfirmasi langsung, pihak SPPG terkait membenarkan adanya insiden tersebut. Kepala SPPG Mattiro Bulu, Muhammad Alif, tidak menampik bahwa video yang beredar adalah benar adanya.
”Kejadian dalam video yang beredar itu benar,” ujar Muhammad Alif singkat saat dikonfirmasi mengenai temuan menjijikkan di menu makan siang siswa tersebut.
Temuan ini juga menuai perhatian aktivis pinrang.Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pinrang, Khaeril, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras ketidaksigapan pihak pengelola dalam menjamin mutu pangan bagi anak sekolah.
Khaeril menilai kejadian ini sebagai bentuk penghinaan terhadap komitmen pemerintah dalam meningkatkan gizi anak bangsa.
Program yang seharusnya menyehatkan justru berubah menjadi ancaman penyakit akibat lemahnya kontrol kualitas.
”Kami dari HMI Cabang Pinrang sangat prihatin dan mengecam keras kejadian ini. Ini bukan sekadar masalah teknis dapur, tapi kegagalan fatal dalam pengawasan yang membahayakan nyawa adik-adik kita di sekolah,” tegas Khaeril, Ketua Umum HMI Cabang Pinrang.
Tak hanya mengecam, Khaeril juga mendesak Satuan Tugas MBG dan Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan konsekuensi tegas terhadap para pihak dapur di wilayah tersebut.
Mereka meminta agar pihak-pihak terkait tidak saling lempar tanggung jawab.
”Kami meminta dengan tegas kepada Koordinator Wilayah SPPG Pinrang, Nining Angreani dan Kepala SPPG Mattiro Bulu, Muhammad Alif untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.
Jangan hanya diam atau sekadar meminta maaf. Harus ada audit menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan dan sanksi bagi mereka yang lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan,” tambah pernyataan HMI.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Pinrang dan instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali di sekolah-sekolah lain, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan hak mendasar bagi siswa yang dibiayai oleh negara.
Jurnalis : Yahya












