Warga Bontosunggu Keluhkan Kantor Desa Kosong, Ibu Desa Hadija ” Jangan Sepihak Karna Saya Jauh dari Hal Keburukan”

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Seruan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, tentang pentingnya transformasi digital sebagai kebutuhan mutlak dalam menjawab tuntutan pelayanan publik yang cepat terus digaungkan. Visi Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital disebut sebagai arah pembaruan tata kelola pemerintahan yang responsif dan modern.

Namun di tingkat desa, sebagian warga menilai realitas pelayanan belum sepenuhnya sejalan dengan harapan tersebut.

Sejumlah warga Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara, mengeluhkan minimnya kehadiran aparat desa di kantor pada jam kerja. Salah seorang warga yang datang untuk keperluan penandatanganan dokumen mengaku tidak mendapati satu pun aparat desa di kantor, termasuk kepala desa.

“Datang untuk minta tanda tangan, tapi kantor kosong. Tidak ada aparat, apalagi kepala desa,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa disebut kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Warga menilai pembenahan fisik kantor desa yang kini terlihat lebih rapi belum sepenuhnya diiringi peningkatan kualitas pelayanan.

Menurut sejumlah warga, kondisi tersebut berbeda dengan masa pemerintahan sebelumnya. Mereka menggambarkan kantor desa dulu sebagai pusat pelayanan sekaligus ruang interaksi antara aparat dan masyarakat.

“Dulu kantor desa ramai, aparatnya sigap dan komunikatif. Sekarang justru terasa ada jarak,” tutur warga lainnya.

Selain soal pelayanan, muncul pula persepsi mengenai tata kelola pemerintahan desa yang dinilai belum inklusif. Beberapa warga menyoroti dugaan dominasi unsur keluarga dalam struktur pemerintahan desa, meskipun belum ada klarifikasi resmi terkait hal tersebut.

Dana Desa yang diharapkan menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan, menurut sebagian warga, semestinya mampu memperkuat kualitas pelayanan publik serta mempersempit kesenjangan sosial.

Dikonfirmasi terpisah oleh tim Indiwarta.com, Kepala Desa Bontosunggu, Hadijah, membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada pagi hari itu aparat desa mengikuti apel gabungan di kecamatan yang dilanjutkan dengan kerja bakti massal serentak di seluruh Kabupaten Takalar.

“Tadi pagi ada apel gabungan di kecamatan, lalu dilanjutkan kerja bakti massal. Kami kerja bakti di desa masing-masing dan di poros kota,” ujar Hadijah melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/02/2026).

Ia juga meminta agar pemberitaan tidak menilai secara sepihak.

“Jangan sepihak, karena itu salah besar dalam menilai saya dengan negatif. Kami pribadi jauh sekali dengan apa yang dikira, apalagi menanggapi hal-hal yang tidak masuk akal, Karna sayalah orang jauh dari hal-hal keburukan dan apa yang kita kira” katanya.

Polemik ini menambah dinamika pelayanan publik di tingkat desa. Di tengah dorongan transformasi digital yang digaungkan pemerintah kabupaten, warga berharap pelayanan dasar tetap berjalan optimal dan mudah diakses setiap saat oleh masyarakat. (*)