TAKALAR, INDIWARTA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Takalar dari Fraksi Partai Gerindra, Nasrun Naksir, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah profesional Pemerintah Kabupaten Takalar dalam melakukan mutasi pejabat eselon II dan III. Ia menilai, rotasi jabatan yang dilakukan secara terbuka dan objektif menunjukkan komitmen kuat Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik jual beli jabatan.
Menurut Nasrun, langkah Bupati Firdaus merupakan fenomena baru dalam sejarah pemerintahan Takalar, di mana mutasi jabatan kini dilakukan tanpa ada pihak yang merasa dirugikan. “Mutasi kali ini benar-benar profesional. Tidak ada isu ‘tekan-menekan’ atau transaksi jabatan. Semua berjalan berdasarkan kinerja dan kemampuan,” ujar Nasrun di Takalar, Selasa (21/10/2025).
Ia kemudian menyinggung kondisi masa lalu, di mana proses pengisian jabatan strategis kerap diwarnai dengan dugaan praktik mahar jabatan. “Kita sama-sama tahu, dulu kalau mau duduk di jabatan tertentu selalu diawali dengan pertanyaan ‘how much money?’ Tapi sekarang hal itu sudah berubah total,” tegasnya.
Nasrun juga menyampaikan harapan kepada para ASN yang baru dilantik agar mampu bekerja secara optimal, cepat, dan sejalan dengan visi-misi Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Ia menilai, pelantikan massal 311 pejabat struktural yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (20/10/2025) sore, menjadi bukti nyata keberhasilan Bupati Firdaus membangun sistem meritokrasi yang adil dan terbuka.
“Langkah Bupati Firdaus harus diapresiasi. Ia telah membuka babak baru reformasi birokrasi di Takalar. Mutasi ini bukan sekadar pergeseran posisi, tapi pesan kuat bahwa era jual beli jabatan sudah berakhir,” tutup Nasrum dengan penuh optimisme.
Sebelumnya, dalam sambutannya saat pelantikan, Bupati Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa rotasi besar-besaran ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis mempercepat reformasi birokrasi. “Pelantikan ini bukan seremoni. Ini adalah momentum perubahan. Dengan jabatan baru, jangan injak rem, tapi tancap gas!” tegasnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Firdaus juga mengingatkan seluruh pejabat untuk bekerja cepat, adaptif, dan profesional. “Bangun komunikasi lintas jabatan yang sehat. Lakukan serah terima secepatnya agar roda pemerintahan tidak tersendat,” ujarnya. Ia menutup sambutannya dengan pesan moral yang kuat: reformasi birokrasi harus dimulai dari lapangan dan dirasakan langsung oleh rakyat Takalar. (*)












