Bupati Takalar Sambangi Warga Marbo, Aspirasi Petani Langsung Dapat Solusi

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM kembali menunjukkan komitmennya untuk dekat dengan masyarakat. Pada Minggu (14/9/2025), Daeng Manye mendatangi warga di Lingkungan Tamalate, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Marbo, dalam suasana sederhana sekaligus penuh kehangatan.

Kunjungan itu terasa istimewa karena bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh warga setempat. Kehadiran orang nomor satu di Takalar itu pun disambut dengan antusias, bahkan dianggap sebagai berkah oleh masyarakat.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi langsung disampaikan, mulai dari kebutuhan bibit padi, pupuk, hingga sarana pertanian berupa traktor roda empat yang hingga kini belum dimiliki petani di wilayah tersebut. Daeng Manye langsung merespons cepat dengan menyiapkan solusi agar kebutuhan dasar petani bisa segera terpenuhi.

“Dialog seperti ini penting, agar pemerintah tahu apa sebenarnya yang terjadi di masyarakat. Hari ini saya baru tahu bahwa warga di sini belum terdata oleh penyuluh untuk mendapatkan bantuan yang seharusnya mereka nikmati. Ini tidak boleh lagi terjadi,” tegas Daeng Manye.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap kebutuhan rakyat. “Kita harus selalu hadir dan memberikan solusi. Itu tugas pemerintah,” ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat, Amir, bahkan menilai kunjungan mendadak ini sebagai hal yang membahagiakan.

“Kami sangat bersyukur. Pak Bupati hadir di tengah perayaan Maulid Nabi, menyapa kami dengan sederhana, dan langsung menanyakan masalah kami. Belum pernah ada bupati yang datang seperti ini. Insya Allah, besok penyuluh akan mendatangi kami sesuai perintah Pak Bupati,” ungkap Amir dengan wajah sumringah.

Bupati Takalar menegaskan, kunjungan dialogis seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan ke berbagai desa dan kelurahan. Tujuannya, agar program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah. (*)