TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar menerapkan pola evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tegas dan terbuka. Dalam forum Leaders Talk di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (26/1/2026), Bupati Takalar Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye memberikan penilaian simbolik berupa bendera merah, kuning, dan hijau sebagai indikator capaian kinerja OPD sepanjang tahun 2025.
Evaluasi dilakukan langsung oleh Bupati Daeng Manye, didampingi Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin dan Sekretaris Daerah H. Hasbi. Skema penilaian ini dirancang sebagai instrumen transparansi, kontrol kinerja, serta penguatan akuntabilitas pemerintahan daerah.
Bendera merah diberikan kepada OPD dengan kinerja belum maksimal, bendera kuning bagi OPD yang dinilai belum memuaskan, sementara bendera hijau disematkan kepada OPD dengan kinerja optimal dan memuaskan.
Salah satu OPD yang meraih bendera hijau adalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Takalar. Predikat tersebut menjadi simbol keberhasilan Bapenda dalam mendukung arah pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan sistem layanan dasar dan transformasi perekonomian berbasis digital.
Kepala Bapenda Takalar, Rusdi S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasi atas penilaian tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye serta seluruh pihak yang telah bersama-sama bekerja dan berkontribusi dalam pencapaian ini,” ujarnya.
Rusdi menegaskan, Bapenda berkomitmen menjaga konsistensi kinerja melalui pelaksanaan program strategis daerah, khususnya pada Sistem Layanan Dasar dan Transformasi Perekonomian Daerah Berbasis Pemerintahan Digital.
“Bupati selalu menegaskan komitmen peningkatan PAD dan penggunaan digitalisasi pada seluruh layanan pemerintahan,” katanya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Takalar tengah mengakselerasi transformasi digital di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan realisasi penerimaan daerah. Sejumlah inisiatif digitalisasi telah dijalankan, di antaranya:
• Implementasi pembayaran non-tunai (cashless) pada pajak dan retribusi daerah guna mencegah kebocoran PAD.
• Peluncuran Aplikasi PARENTA untuk optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
• Optimalisasi pajak dan retribusi daerah melalui sistem Smart PAD, termasuk alat perekam transaksi kasir dan aplikasi pajak daerah terintegrasi.
Evaluasi ini sejalan dengan visi Bupati Takalar periode 2025–2029, yakni “Takalar Maju dan Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital”, yang dijabarkan melalui penguatan kualitas SDM, tata kelola pemerintahan yang baik, serta percepatan digitalisasi layanan publik.
Bupati Takalar menegaskan bahwa evaluasi tersebut bukan sekadar simbol, melainkan instrumen kontrol yang harus ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh OPD.
“Evaluasi ini adalah alat kontrol. Semua harus bergerak lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berdampak bagi masyarakat,” tegas Daeng Manye.
Melalui mekanisme evaluasi terbuka ini, Pemerintah Kabupaten Takalar menargetkan terbentuknya budaya kerja yang disiplin, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah. (*)












