MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Euforia kemenangan Indonesia atas China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi lebih hangat dan bermakna di Swiss-Belinn Hotel Panakkukang Makassar, Kamis malam (5/6/2025), saat Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) yang penuh rasa kekeluargaan.
Namun, malam itu bukan semata-mata soal selebrasi di atas lapangan hijau. Di balik sorak-sorai untuk gol tunggal Ole Romeny di menit ke-44, terselip agenda penting: konsolidasi dan kebangkitan kembali Program Jum’at Berkah, sebuah gerakan sosial khas IKASMIN-SS yang sempat terhenti selama Ramadan dan Idul Fitri.
Jum’at Berkah: Nasi Padang dan Nilai Gotong Royong
Program Jum’at Berkah adalah kegiatan berbagi nasi Padang kepada masyarakat kurang mampu, hasil kolaborasi anggota IKASMIN-SS, donatur Minangkabau, dan simpatisan. Nasi yang dibagikan dimasak langsung oleh rumah makan anggota IKASMIN-SS, menjadikannya tidak hanya sekadar makanan, tapi simbol solidaritas perantau.
Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan menjauhkan kegiatan sosial dari kepentingan pribadi.
“Jum’at Berkah ini adalah kerja organisasi, bukan kerja pribadi. Semangat kolektif ini harus terus dijaga,” tegasnya.
Etika dan Empati: Landasan Gerakan Sosial
Anggota Dewan Komite Etik dan Pengawasan, H. Ferry Taslim, menambahkan bahwa program ini bukan hanya tentang memberi, tapi juga menjaga nilai-nilai Minangkabau yang luhur: empati, kebersamaan, dan akuntabilitas.
“Jangan sampai tujuan mulia ini dicederai oleh niat lain,” ujarnya.
AD/ART Disiapkan, Organisasi Diperkuat
Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, mengungkapkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi. Saat ini, Tim 9 tengah menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yang akan menjadi landasan gerak organisasi ke depan.
“Kita ingin semua program—termasuk kegiatan sosial—berjalan profesional dan terstruktur,” jelasnya.
Dari Nol ke Arah Profesional
Cerita inspiratif datang dari Bendahara IKASMIN-SS, Hendri Sutan Pado, yang mengisahkan bagaimana organisasi ini dulu sempat tak memiliki dana kas sama sekali.
“Awalnya saya pesimis. Tapi berkat semangat dan kejujuran, sekarang kas mulai tumbuh,” ungkapnya sambil tersenyum.
Tim Lapangan Siap Kembali Bergerak
Sementara itu, Ketua Tim Jum’at Berkah, Hendrik Chaniago, bersama anggota tim, Esdon dan Rizal Koto, menyatakan kesiapan penuh untuk kembali turun ke masyarakat.
“Jum’at Berkah bukan hanya soal bagi-bagi makanan. Ini tentang membangun silaturahmi dan kebersamaan,” kata Hendrik.
Menang di Lapangan, Bergerak di Masyarakat
Malam nobar bukan sekadar soal skor akhir Indonesia vs China, tapi tentang bagaimana organisasi bisa menyatu dengan denyut kehidupan sosial. IKASMIN-SS membuktikan bahwa solidaritas dan gotong royong bisa hidup di perantauan, memberi manfaat nyata, dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya.
Dari lapangan bola ke lapangan amal, IKASMIN-SS terus bergerak dengan semangat Minangkabau yang tak pernah padam. (*)












