Pramuka Takalar Berbenah, Daeng Manye Luncurkan Digitalisasi Gudep di Era “Takalar Cepat”

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Gerakan Pramuka di Kabupaten Takalar memasuki fase baru. Sabtu, (21/02/2026), sistem digitalisasi Gugus Depan (Gudep) resmi diluncurkan dalam kegiatan bertajuk “Transformasi Digital Gudep Takalar: Pramuka Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing.”

Peluncuran itu dipimpin langsung Bupati Takalar yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Daeng Manye. Seluruh Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) se-Takalar hadir, bersama para camat yang secara ex officio menjabat sebagai Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran).

Suasana ruangan tampak semarak ketika sistem digital resmi diaktifkan. Sejumlah peserta mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam, menandai babak baru tata kelola kepramukaan di daerah berjuluk Butta Panrannuangku itu.

Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan bahwa digitalisasi gudep bukan sekadar inovasi administratif, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah mendorong percepatan layanan dan pembangunan berbasis teknologi.

“Transformasi digital ini penting agar Pramuka tidak tertinggal zaman dan mampu mencetak generasi berkarakter, unggul, dan kompetitif. Ini sejalan dengan semangat Takalar Cepat,” ujarnya.

Menurut dia, pendidikan karakter harus dibangun dengan pendekatan yang relevan dengan generasi hari ini. Sistem digital dinilai mampu meningkatkan efektivitas pembinaan sekaligus memperkuat transparansi organisasi.

Program ini menghadirkan sistem pengelolaan terintegrasi mulai dari administrasi anggota, pelaporan kegiatan, hingga pembinaan berbasis data. Dengan sistem tersebut, proses monitoring dan evaluasi kegiatan dapat dilakukan lebih terukur. Data anggota dan aktivitas gudep pun terdokumentasi lebih akurat.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Takalar, Alamsyah Mile, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. Ia menyebut kehadiran langsung bupati menjadi sinyal kuat keseriusan membangun Pramuka yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Pramuka Takalar semakin giat dan hidup di era kepemimpinan Daeng Manye. Dukungan ini menjadi energi besar bagi pembinaan generasi muda,” katanya.

Bagi Alamsyah, digitalisasi bukan sekadar perubahan sistem administrasi, tetapi transformasi pola pikir dalam membina generasi muda. Ia optimistis, dengan sistem terintegrasi, efisiensi dan pemerataan akses pembinaan di seluruh wilayah Takalar akan semakin kuat.

Peluncuran ini sekaligus menjadi simbol dimulainya pengelolaan kepramukaan modern yang lebih transparan dan responsif. Kegiatan dirangkaikan dengan buka puasa bersama, mempererat silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah, pengurus Kwarcab, Mabigus, serta para camat selaku Mabiran.

Pemerintah Kabupaten Takalar berharap, melalui digitalisasi gudep, Gerakan Pramuka semakin kokoh sebagai organisasi pendidikan nonformal yang membentuk karakter generasi muda selaras dengan visi pembangunan daerah di bawah tajuk “Takalar Cepat.” (*)