Rp16 Miliar Anggaran Efisiensi Terungkap: Dari Baju Kadus, Pelatihan Miliaran, hingga AI Digital

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Polemik penggunaan anggaran efisiensi senilai Rp16 miliar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar mulai menemukan titik terang. Dari penelusuran terbaru di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar, sejumlah alokasi anggaran akhirnya terungkap, meski masih menyisakan banyak tanda tanya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) tercatat menggunakan anggaran sebesar Rp150 juta untuk pengadaan baju Kepala Dusun (Kadus). Selain itu, diduga terdapat pelatihan khusus Kadus dengan nilai yang jauh lebih fantastis, yakni mencapai Rp1 miliar.

Seorang sumber di DPRD Takalar menyebut, alokasi anggaran pelatihan tersebut berasal langsung dari pos Anggaran Efisiensi.

“Kami tidak begitu mengetahui seberapa banyak pos kegiatan yang bersumber dari anggaran efisiensi. Pastinya, pengadaan baju Kadus dan pelatihan Kadus itu jelas adanya dan sumber dananya dari anggaran efisiensi,” ungkap sumber tersebut.

Namun, bukan hanya pengadaan baju dan pelatihan Kadus yang menjadi sorotan. Dari hasil penelusuran lebih lanjut, sejumlah alokasi lain juga muncul, di antaranya:

• Pengadaan perencanaan tower WiFi senilai Rp600 juta

• Pengadaan sistem Artificial Intelligence (AI) digital sebesar Rp600 juta

Sementara itu, terkait pengadaan mobil jenis Alphard yang kabarnya juga masuk dalam daftar, sumber DPRD belum dapat memastikan asal anggarannya.

“Tanyaki di Badan Keuangan Daerah, ada lebih banyak yang tahu itu,” ujarnya sambil mengarahkan.

Hingga kini, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari Pemkab Takalar terkait rincian penggunaan anggaran efisiensi ini. Pasalnya, angka yang cukup besar dan peruntukan yang dinilai belum menyentuh langsung kepentingan masyarakat, membuat sorotan publik semakin tajam. (*/K7)