Rujab Tanpa Sekat: Empat Kali Buka Puasa, Kapolres Gowa Ajak Ribuan Warga hingga Borong Bakso Gerobak

GOWA, INDIWARTA.COM – Ramadan tahun ini menghadirkan pemandangan tak lazim di Kabupaten Gowa. Rumah jabatan Kapolres yang biasanya tertutup untuk agenda formal, justru dibuka lebar untuk masyarakat. Empat kali buka puasa digelar di sana, dengan segmen undangan yang berbeda dari internal perwira, jurnalis dan komunitas, unsur Forkopimda, hingga ribuan warga.

Adalah Muhammad Aldy Sulaiman, Kapolres Gowa yang lahir di Medan pada September 1985, yang mengubah wajah rumah jabatan di Jalan Syamsuddin Dg Tunru, Kecamatan Sombaopu, menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat. Lulusan Akademi Kepolisian 2006 itu resmi menjabat sebagai Kapolres Gowa sejak serah terima jabatan 9 April 2025.

Gaya kepemimpinannya cenderung terbuka dan humanis. Di bulan suci, ia memilih menjadikan rujab sebagai titik temu aparat dan warga simbol bahwa institusi kepolisian tak berdiri jauh dari masyarakat.

Tes Urine Mendadak di Buka Puasa Perdana

Buka puasa pertama dihadiri sekitar 150 perwira menengah, perwira pertama, pejabat utama, Kapolsek dan Kanit se-Kabupaten Gowa. Suasana awalnya hangat. Namun di tengah acara, Aldy mendadak mengumumkan tes urine tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Momentum ini untuk meningkatkan solidaritas. Tapi kami juga ingin memastikan komitmen pemberantasan narkoba benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Tes tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar pengawasan internal diperketat. Hasilnya, seluruh personel, termasuk Kapolres dan Wakapolres, dinyatakan negatif narkoba. Buka puasa pun berlanjut solidaritas dan integritas berjalan beriringan.

Jurnalis, OKP, Ormas, hingga Ojol Memadati Rujab

Buka puasa kedua menghadirkan sekitar 600 orang dari kalangan jurnalis, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan komunitas ojek online. Rujab nyaris tak menampung jumlah tamu, sebagian meluber hingga badan jalan.

Sebelum azan magrib, Kapolres bersama perwakilan tamu membagikan ratusan paket takjil di depan Istana Balla Lompoa kepada pengendara dan warga sekitar.

“Ramadan adalah momen memperkuat kebersamaan dan sinergi. Kami ingin komunikasi tetap terjaga dengan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Silaturahmi Forkopimda

Agenda ketiga digelar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Gowa. Pertemuan lintas institusi itu dimaknai sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban secara kolektif.

“Stabilitas daerah tidak bisa dijaga sendiri, tetapi harus bersama-sama,” ujar Aldy.

Ribuan Warga dan Pedagang Kecil Ikut Berkah

Puncaknya terjadi pada buka puasa keempat. Sekitar 1.000 warga dari berbagai kalangan memadati rumah jabatan. Tokoh masyarakat, warga sekitar Polres, hingga anak-anak yatim hadir dalam suasana sederhana namun akrab.

Di momen itu, Kapolres memborong dagangan pedagang kecil di sekitar lokasi. Tiga gerobak bakso, satu penjual bakso motor, ayam geprek, hingga nasi goreng ludes dibeli untuk dibagikan kepada warga.

“Kita ingin bulan suci ini lebih dekat dengan masyarakat. Rumah jabatan ini titipan dari masyarakat, sebagaimana Polri untuk masyarakat. Jadi tidak ada sekat,” tuturnya.

Ia juga terlihat membagikan uang jajan kepada anak-anak tanpa membeda-bedakan. Sejumlah perwira, termasuk kasat dan kanit, diwajibkan hadir menyambut warga sebagai bentuk pelayanan langsung.

Irwan, warga yang rumahnya tak jauh dari Polres Gowa, mengaku baru pertama kali masuk ke rujab. “Kalau bukan karena buka puasa bersama, mungkin saya tidak pernah masuk. Kapolres orang baik dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Empat kali buka puasa dalam satu Ramadan, dengan segmen berbeda, menjadi gambaran kepemimpinan yang mencoba meruntuhkan batas formal antara aparat dan warga. Di tengah citra rumah jabatan yang kerap dianggap eksklusif, langkah ini terasa kontras membuka pagar, menghadirkan dialog, dan membangun kepercayaan publik dengan cara sederhana: duduk dan makan bersama. (*)