TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kepemimpinan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Takalar, Andi Mansur, kembali menuai sorotan positif. Di bawah arahannya, Lapas Takalar mengalami transformasi signifikan, tidak hanya dalam aspek pelayanan, tetapi juga pada wajah fisik dan tata kelola institusi yang kini tampil lebih tertata, bersih, dan berwibawa.
Pantauan langsung tim media di lokasi memperlihatkan perubahan mencolok. Area lapas yang sebelumnya dikenal kumuh dan semrawut, kini beralih rupa menjadi lingkungan yang bersih, rapi, dan estetis. Penataan bangunan, kebersihan lingkungan, hingga sentuhan visual yang terencana menghadirkan suasana baru yang lebih humanis dan representatif sebagai institusi pembinaan.
Perubahan tersebut lahir dari kolaborasi kepemimpinan yang solid antara Kalapas Andi Mansur dan Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Heince. Keduanya dikenal memiliki komitmen tinggi, bekerja dalam satu visi, serta menanamkan nilai kerja ikhlas dan profesionalisme dalam setiap kebijakan yang dijalankan.
Sinergi itu berdampak langsung pada penguatan sistem internal. Disiplin petugas meningkat, kinerja kelembagaan lebih terukur, dan iklim lapas menjadi lebih kondusif serta aman. Sejumlah inovasi yang diterapkan menunjukkan arah pembinaan yang tidak semata berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pada nilai kemanusiaan dan rehabilitasi sosial warga binaan.
Apresiasi pun mengalir dari berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga unsur pemerintah daerah. Kepemimpinan Andi Mansur dan Heince dinilai sebagai model kepemimpinan transformatif yang mampu mengubah tantangan struktural menjadi peluang perbaikan.
Kini, Lapas Kelas IIB Takalar tak sekadar menjadi tempat pembinaan, tetapi menjelma sebagai simbol kecil keberhasilan reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan sunyi, tanpa hiruk-pikuk, namun nyata dalam perubahan. (*)












