TAKALAR, INDIWARTA.COM – Aksi pengeroyokan brutal kembali terjadi di jantung Kota Takalar. Korbannya, Muh Iksan Saputra, warga Kabupaten Takalar, dianiaya oleh tiga orang tak dikenal hingga mengalami luka serius, termasuk patah tulang lengan kiri. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin dini hari, 22 Juli 2025, sekitar pukul 04.00 Wita, tepatnya di sekitar Patung Jagung Pari’risi, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang.
Diceritakan oleh ayah korban, Sudirman Dg Nassa, saat kejadian putranya tengah melintas di lokasi tersebut sebelum diadang oleh tiga pelaku yang berboncengan sepeda motor.
“Anak saya dihadang dan langsung dikeroyok. Pelaku memukul bagian pelipis dengan kepala hingga jatuh, kemudian ditendang di bagian mulut sampai gigi depannya goyang. Tangannya juga dipelintir hingga patah,” ungkap Sudirman saat ditemui wartawan, Selasa (23/7/2025).
Akibat penganiayaan tersebut, Muh Iksan mengalami patah tulang lengan kiri, luka memar di wajah, serta gigi depan atas yang goyah. Korban kini menjalani perawatan medis dan mengalami trauma psikologis mendalam.
Pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polres Takalar dengan bukti laporan polisi Nomor: STTPL/B/186/VII/2025/SKPT/POLRES TAKALAR/POLDA SULAWESI SELATAN, tertanggal 22 Juli 2025. Laporan tersebut mencantumkan dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP.
Yang mengejutkan, aksi para pelaku ternyata terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga berita ini dimuat, belum ada kabar penangkapan terhadap para pelaku.
“Kami minta aparat segera bertindak. Bukti rekaman CCTV sudah ada. Jangan tunggu ada korban lain,” desak Sudirman dengan nada kecewa.
Pihak Kasat Reskrim Polres Takalar hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus ini, meski tekanan dari publik dan keluarga korban terus menguat. (*)












