TAKALAR, INDIWARTA.COM – Untuk mendorong kemajuan olahraga di Kabupaten Takalar, khususnya cabang bulutangkis, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, menghadiri Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Takalar Masa Bhakti 2025–2029 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Takalar, Minggu (1/6/2025).
Dalam agenda penting ini, Nasrun Natsir terpilih secara resmi sebagai Ketua Umum PBSI Takalar untuk periode 2025–2029. Kehadirannya disambut dengan harapan baru terhadap kemajuan dunia olahraga bulutangkis di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar menyampaikan pentingnya pembenahan organisasi dan penyediaan sarana dan prasarana sebagai langkah awal membangkitkan prestasi olahraga di Takalar.
“Pemerintah Kabupaten Takalar senantiasa mendukung semua cabang olahraga. Kita harus bangkit, siapkan SDM dan latih atlet secara terarah agar makin berkualitas,” tegas Bupati yang akrab disapa Daeng Manye.
Ia juga menyoroti bahwa masyarakat Takalar memiliki kecintaan yang tinggi terhadap olahraga, terutama sepak bola dan bulutangkis. Untuk itu, ia mendorong penyelenggaraan turnamen yang berjenjang sebagai media lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi.
Bupati berharap kehadiran ketua baru PBSI dapat membawa semangat dan inovasi dalam memajukan bulutangkis Takalar, termasuk menjalin sinergi dengan stakeholder olahraga lainnya.
Sementara itu, Ketua PBSI terpilih, Nasrun Natsir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh klub yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Takalar yang konsisten mendukung olahraga. Kami siap bekerja keras, mengembangkan PBSI Takalar dan mencetak atlet-atlet bulutangkis berprestasi yang membanggakan,” ujar Nasrun.
Muskab PBSI Takalar turut dihadiri oleh Ketua KONI Kabupaten Takalar, Kepala Dinas Kominfo-SP, serta para pengurus organisasi olahraga lainnya. Agenda ini menjadi momentum strategis bagi kebangkitan prestasi olahraga, khususnya bulutangkis, di Bumi Panrannuangku. (*)












