TAKALAR, INDIWARTA.COM – Tragedi memilukan terjadi di Dusun Bontosunggu, Desa Parappuanta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Rabu malam, (27/05/2026). Dua bocah berusia balita ditemukan meninggal dunia diduga tenggelam di lubang galian septic tank proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang dipenuhi genangan air.
Kedua korban diketahui bernama Arzak, 4 tahun, dan Asril, 3 tahun. Mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area proyek yang berada tak jauh dari rumah keluarga korban.
Suasana duka pecah saat proses evakuasi berlangsung. Tangisan keluarga dan warga terdengar histeris ketika jasad kedua bocah diangkat dari dalam lubang galian sedalam sekitar dua meter itu. Video berdurasi 1 menit 36 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan dan kesedihan keluarga korban di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan warga, kedua anak tersebut terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 15.40 WITA untuk bermain di sekitar lingkungan dusun. Namun hingga malam hari, keduanya tidak kunjung kembali.
Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sejumlah titik sekitar permukiman, termasuk area jembatan dekat SPBU Palleko sekitar pukul 19.00 WITA. Pencarian awal belum membuahkan hasil.
Warga selanjutnya mengarahkan pencarian ke lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di sekitar dusun. Sekitar pukul 21.00 WITA, personel Polsek Polongbangkeng Utara bersama warga dan pekerja proyek melakukan penyisiran di area tersebut.
Kedua korban akhirnya ditemukan di dalam lubang galian septic tank dalam kondisi telungkup dan telah meninggal dunia. Sekitar pukul 21.10 WITA, jasad keduanya berhasil dievakuasi sebelum dibawa ke rumah duka.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang serta meminta area proyek pembangunan yang berpotensi membahayakan segera diamankan. (*)












