Dari Cilik hingga Remaja, Top Model Takalar 2026 Hadirkan 170 Talenta Muda

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Gedung Islamic Centre Takalar berubah menjadi panggung prestisius bagi talenta muda dalam Grand Final Top Model Takalar 2026. Sebanyak 170 peserta dari berbagai wilayah dan sekolah di Kabupaten Takalar unjuk bakat dalam ajang yang digelar Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), bekerja sama dengan Dekranasda Takalar dan DPC Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo), Minggu, 8 Februari 2026.

Ajang ini mempertandingkan tiga kategori utama: Top Model Cilik, Dara Daeng Cilik, dan Top Model Remaja. Sejak pagi hingga malam hari, suasana Gedung Islamic Centre di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, dipadati orang tua peserta, guru pendamping, dan tamu undangan.

Penataan arena dibuat menyerupai perhelatan fashion profesional. Catwalk membentang di tengah ruangan, kursi dewan juri tersusun memanjang di bagian depan, sementara meja tamu VIP ditempatkan di sisi kiri dan kanan arena. Puluhan piala keemasan yang terpajang di sudut catwalk menambah kesan megah dan prestisius.

Dewan juri berasal dari unsur Adwindo Kabupaten Takalar dan Adwindo Provinsi Sulawesi Selatan, didukung unsur pemerintah daerah dan praktisi pariwisata. Panelis yang terlibat di antaranya Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar Rifany, Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Takalar Yardi Daeng Maling, Kamaruddin dari Adwindo, serta perwakilan The Best Daeng dan The Best Dara.

Selain kompetisi utama, panitia juga memberikan penghargaan kepada guru pendamping terbaik sebagai bentuk apresiasi atas peran pembinaan. Penghargaan diberikan kepada SDN Center Pattallassang, SDN No 5 Ballo, dan SDN 133 Inpres Paririsi, masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp500 ribu.

Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Takalar, Yardi Daeng Maling, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi generasi muda. Menurut dia, anak-anak dan remaja membutuhkan ruang positif untuk mengasah bakat, membangun kepercayaan diri, serta menanamkan nilai karakter dan budaya.

“Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan agar generasi muda mampu menjadi duta daerah yang memperkenalkan potensi Takalar, baik di bidang pariwisata, budaya, maupun kreativitas,” ujar Yardi.

Ia menambahkan, ajang ini juga bertujuan menumbuhkan kedisiplinan, kepribadian yang baik, serta mencetak generasi muda yang mampu merepresentasikan daerah di berbagai tingkatan.

Hal senada disampaikan Kamaruddin dari Adwindo. Ia menilai Grand Final Top Model Takalar 2026 tidak sekadar menilai kemampuan tampil di atas catwalk, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan kepercayaan diri sejak usia dini.

“Potensi anak-anak dan remaja Takalar sangat besar. Melalui kegiatan seperti ini, mereka dibina agar siap menjadi duta daerah yang membawa nama baik Takalar,” kata Kamaruddin. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan Adwindo sebagai langkah strategis membangun sistem pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.

Dari total 170 peserta, kategori Dara Daeng Cilik diikuti 82 peserta, Top Model Cilik 57 peserta, dan Top Model Remaja 31 peserta. Kategori cilik diikuti peserta berusia 5–12 tahun, sedangkan kategori remaja berusia 15–25 tahun.

Para peserta dinilai berdasarkan kemampuan berjalan di atas catwalk, ekspresi, serta penguasaan panggung. Salah satu momen yang menyita perhatian terjadi ketika seorang peserta Top Model Remaja sempat terpeleset di atas catwalk berkarpet merah, namun tetap melanjutkan penampilannya dan mendapat aplaus penonton.

Dewan juri kemudian menetapkan para pemenang. Top Model Cilik diraih Muhammad Arthama Safri (putra) dan St. Ainun Utami (putri). Dara Daeng Cilik dimenangkan Alana Azalia Khaliqa Han (Dara) dan Sayyid Kabir Alkafiyah Asnan (Daeng). Sementara Top Model Remaja diraih Bilal Rahmat Idris (putra) dan Aqila Salsabila (putri).

Rangkaian acara berlangsung hingga dini hari dan berakhir sekitar pukul 01.00 Wita. Meski berlangsung hingga larut malam, antusiasme peserta, orang tua, dan tamu undangan tetap terjaga hingga seluruh rangkaian acara dan penyerahan penghargaan selesai. (*)